BGN Adopsi Strategi Jepang untuk Tingkatkan Kualitas Gizi dan Tinggi Badan Generasi Muda

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Apr 2026, 19:20
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kepala BGN Dadan Hindayana dalam Forum U25 Perguruan Tinggi Badan Hukum (PTN-BH) yang dihadiri para rektor dari 24 PTN-BH di Makassar, Sulawesi Selatan pada Selasa (28/4/2026). ANTARA/HO-BGN. Kepala BGN Dadan Hindayana dalam Forum U25 Perguruan Tinggi Badan Hukum (PTN-BH) yang dihadiri para rektor dari 24 PTN-BH di Makassar, Sulawesi Selatan pada Selasa (28/4/2026). ANTARA/HO-BGN. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Gizi Nasional mulai mengadopsi strategi yang telah terbukti berhasil di Jepang dalam meningkatkan tinggi badan serta kualitas kesehatan generasi muda. Langkah ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang pemerintah dalam memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendekatan berbasis gizi dan perubahan gaya hidup.

Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan bahwa Jepang merupakan contoh nyata keberhasilan intervensi gizi yang terstruktur dan berkelanjutan.

“Jepang itu sudah melakukan makan bergizi hampir 100 tahun. Kita lihat dalam kurun waktu sekitar 50 tahun, tinggi badan rata-rata laki-laki Jepang naik dari 159 cm menjadi sekitar 170 cm,” ujar dia dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Baca Juga: Wihaji Tegaskan Program MBG Jadi Kunci Tekan Risiko Stunting di Indonesia

Menurut Dadan, keberhasilan tersebut tidak hanya berdampak pada aspek fisik, tetapi juga membentuk pola hidup sehat masyarakat. Intervensi awal dilakukan melalui penyediaan makanan bergizi, kemudian dilanjutkan dengan edukasi, hingga akhirnya menjadi kebiasaan yang melekat.

“Awalnya intervensi, setelah itu edukasi, hingga pada akhirnya menjadi kebiasaan gaya hidup sehat. Itu yang terjadi di Jepang,” katanya.

Ia juga menyoroti tren menarik di Jepang, di mana peningkatan tinggi badan justru diiringi dengan penurunan berat badan dalam dua dekade terakhir. Hal ini menunjukkan terbentuknya gaya hidup sehat yang tidak hanya mendukung pertumbuhan, tetapi juga menjaga proporsi tubuh ideal.

“Sekarang kita lihat, tinggi badan naik, tapi berat badan turun. Artinya gaya hidup sehat sudah terbentuk,” tutur Dadan.

Baca Juga: BGN Jelaskan Mekanisme Insentif SPPG yang Disuspend, Tidak Semua Otomatis Dicabut

BGN menilai pendekatan tersebut relevan diterapkan di Indonesia melalui program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama bagi kelompok usia krusial. Intervensi difokuskan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk mencegah stunting, serta usia sekolah hingga remaja guna mendukung pertumbuhan optimal.

Dadan menegaskan bahwa tanpa intervensi gizi yang tepat, potensi genetik anak tidak akan berkembang secara maksimal.

“Kalau tidak diintervensi dengan menu gizi seimbang, potensi itu tidak akan muncul, bahkan bisa terjadi stunting,” ucap Kepala BGN Dadan Hindayana.

(Sumber: Antara)

x|close