Ntvnews.id, Jakarta - Perhatian masyarakat terhadap kualitas air minum semakin meningkat seiring munculnya berbagai penelitian mengenai keberadaan mikroplastik dalam sumber air. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sejumlah penelitian telah menemukan mikroplastik pada beberapa sumber air minum.
Mikroplastik memang menjadi salah satu isu kesehatan lingkungan yang semakin mendapat perhatian dalam beberapa tahun terakhir. Partikel plastik berukuran sangat kecil, umumnya kurang dari lima milimeter, telah ditemukan di berbagai sumber air, termasuk air minum yang dikonsumsi manusia setiap hari.
Sejumlah penelitian menunjukkan mikroplastik dapat berasal dari berbagai sumber, mulai dari limbah plastik yang terurai di lingkungan, kemasan makanan dan minuman, hingga serat sintetis yang masuk ke perairan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mencatat bahwa mikroplastik telah terdeteksi pada sejumlah sumber air minum di berbagai negara.
Meski dampak jangka panjangnya masih terus diteliti, para ilmuwan mengkhawatirkan potensi risiko kesehatan akibat paparan mikroplastik secara terus-menerus. Partikel tersebut dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman, kemudian berpotensi terakumulasi di berbagai organ.
Beberapa studi menunjukkan mikroplastik dapat memicu respons peradangan, stres oksidatif, hingga gangguan pada sistem pencernaan. Selain itu, mikroplastik juga dikhawatirkan menjadi media pembawa zat kimia berbahaya, seperti logam berat atau senyawa yang dapat mengganggu sistem hormon manusia.
Penelitian terbaru bahkan menemukan keberadaan partikel mikroplastik dalam darah, paru-paru, hingga jaringan tubuh manusia. Namun, para peneliti menegaskan bahwa masih diperlukan kajian lebih lanjut untuk memahami secara pasti dampak paparan mikroplastik terhadap kesehatan dalam jangka panjang.
Meningkatnya temuan mikroplastik di lingkungan membuat para ahli mendorong masyarakat untuk lebih memperhatikan kualitas air minum yang dikonsumsi. Penggunaan sistem penyaringan air yang memadai, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta pengelolaan limbah yang lebih baik dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi paparan mikroplastik di masa depan.
Ilustrasi minum air putih (Freepik/ @ pressfoto)
Selain itu, situasi tersebut mendorong meningkatnya kebutuhan akan sistem pemurnian air yang tidak hanya menyediakan air siap minum, tetapi juga menjaga kualitas dan keamanan air yang dikonsumsi setiap hari.
Hal itu diungkapkan oleh Vice President Director Coway Indonesia, Jake Lee. Ia mengatakan bahwa masyarakat kini semakin menyadari pentingnya menjaga kualitas air minum sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan keluarga.
“Masyarakat saat ini semakin memahami pentingnya kualitas air minum untuk kesehatan keluarga. Namun air yang bersih saja tidak cukup, kualitasnya juga perlu tetap terjaga hingga saat dikonsumsi," ujar Jake dalam keterangannya, Rabu, 17 Juni 2026.
Lebih lanjut, ia menilai perubahan gaya hidup masyarakat urban telah mendorong rumah tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi ruang yang mendukung kesehatan, kenyamanan, dan kualitas hidup.
Kondisi tersebut turut meningkatkan perhatian masyarakat terhadap kualitas air minum sehari-hari serta kebutuhan akan perangkat rumah tangga yang mampu menghadirkan teknologi canggih tanpa mengurangi nilai estetika interior.
Pemurni air. (Coway)
Karena itu lah PT Coway International Indonesia yang merupakan perusahaan pemurni air dan udara asal Korea Selatan memperkenalkan inovasi terbaru di lini produk pemurni air melalui peluncuran Coway Slim Stand (CHP-5730R). Produk ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan keluarga modern akan akses air minum yang bersih, aman, dan praktis, sekaligus menghadirkan desain yang menyatu dengan berbagai konsep hunian masa kini.
"Kami menggabungkan teknologi Reverse Osmosis (RO) dan Double UV Care untuk menghadirkan perlindungan berlapis yang membantu memastikan kualitas air minum tetap higienis setiap hari. Dikombinasikan dengan desain minimalis yang sesuai dengan kebutuhan hunian modern, Slim Stand hadir sebagai bentuk komitmen Coway dalam menghadirkan inovasi yang relevan bagi keluarga Indonesia," jelas Jake.
Teknologi RO berfungsi menyaring berbagai partikel mikroskopis, logam berat, serta bakteri dan virus seperti E. coli dan Norovirus hingga 99,99 persen. Sementara itu, sistem Double UV Care bekerja mensterilkan tangki bagian dalam secara otomatis setiap 12 jam selama empat jam guna menjaga kebersihan air secara berkelanjutan.
Selain mengutamakan kualitas pemurnian air, alat ini juga dirancang untuk memberikan kenyamanan penggunaan, dengan panel sentuh digital yang memudahkan pengoperasian sehari-hari. Fitur high faucet memungkinkan pengguna mengisi botol, tumbler, maupun wadah berukuran besar dengan lebih praktis, sedangkan adjustable tray memberikan fleksibilitas sesuai kebutuhan.
Sementara kapasitas total hingga 12 liter yang terbagi menjadi 3,5 liter air dingin, 3 liter air panas, dan 5,5 liter air suhu ruang. Ada pula fitur Child Lock yang membantu mencegah penggunaan oleh anak-anak tanpa pengawasan, adn Eco Mode yang berfungsi mengoptimalkan konsumsi energi sesuai kebutuhan penggunaan sehari-hari.
Ilustrasi air putih (Pixabay/ karukunarendra4)