Ntvnews.id, Gaza - Di tengah berlangsungnya masa gencatan senjata, pasukan Zionis Israel kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Gaza, Palestina, pada Selasa, 27 April 2026. Serangan tersebut menghantam sebuah kendaraan sipil dan menyebabkan korban tewas serta luka-luka.
Dilansir dari Al Arabiya, Kamis, 30 April 2026, serangan udara kali ini menyasar sebuah minibus putih yang tengah melintas di kawasan Gaza. Ledakan terjadi sekitar 6 kilometer dari garis kuning yang menjadi batas antara wilayah pendudukan Zionis dan wilayah Palestina di Gaza.
Rudal yang menghantam kendaraan tersebut membuat minibus terbakar hebat hingga hancur berkeping-keping. Empat warga Palestina dilaporkan tewas dalam insiden itu, terdiri dari sopir dan para penumpang kendaraan. Selain korban meninggal, beberapa orang lainnya mengalami luka akibat ledakan.
Baca Juga: Indonesia Protes Spanduk “Rising Lion” Israel di RS Indonesia di Gaza
Usai serangan terjadi, warga sekitar langsung melakukan evakuasi terhadap jasad korban ke ambulans. Seluruh korban tewas kemudian dibawa ke Al-Shifa Hospital untuk penanganan lebih lanjut.
Serangan terbaru ini menambah daftar dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh pihak Israel. Sejak kesepakatan damai diumumkan pada Oktober 2025, sedikitnya 818 warga Palestina dilaporkan telah meninggal dunia akibat berbagai serangan yang terjadi di wilayah tersebut.
Petugas penyelamat berupaya memadamkan api pada sebuah kendaraan terbakar setelah terkena serangan udara Israel yang menewaskan seorang jurnalis Al Jazeera, di Kota Gaza, Palestina, Rabu (8/4/2026) waktu setempat. ANTARA FOTO/Xinhua/Rizek Abdeljawad/ (Antara)