Rupiah Menguat ke Rp17.390, Dipicu Redanya Ketegangan AS–Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Mei 2026, 10:54
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Syariah Indonesia, Tangerang Selatan, Banten. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj. Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Syariah Indonesia, Tangerang Selatan, Banten. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah pada Rabu pagi 6 Mei 2026 bergerak menguat 34 poin atau 0,20 persen menjadi Rp17.390 dolar AS, sama dari penutupan sebelumnya di level Rp17.424 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa intensitas serangan ke Iran akan diturunkan.

"Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan menguat mengikuti penguatan mayoritas mata uang regional yang dibuka menguat seiring dengan melandainya harga minyak dan index dollar akibat pernyataan Presiden Trump bahwa intensitas serangan ke Iran akan diturunkan," ucapnya, Rabu 6 Mei 2026.

Mengutip Sputnik, Trump mengatakan bahwa ia telah memutuskan untuk menunda Project Freedom yang bertujuan menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz, guna melihat apakah kesepakatan damai dengan Iran dapat tercapai.

Baca juga: Ekonomi Tumbuh 5,61% tetapi Rupiah Terkapar Rp 17.408, Gubernur BI Ungkap Penyebabnya

Baca juga: Purbaya Bantah Melemahnya Rupiah Disebabkan Fiskal yang Goyah
 
Berdasarkan permintaan Pakistan dan negara-negara lain, AS sepakat bahwa blokade akan tetap berlaku sepenuhnya, dan Project Freedom (pergerakan kapal melalui Selat Hormuz) akan dijeda untuk waktu singkat guna melihat apakah kesepakatan (damai dengan Iran) itu dapat difinalisasi dan ditandatangani.

Adapun sentimen dari domestik berasal dari euforia pasar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tertinggi sejak empat tahun terakhir, dan harapan peningkatan suku bunga oleh Bank Indonesia pada kuartal ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan I 2026.

Sementara, secara triwulanan pertumbuhan ekonomi tercatat terkontraksi sebesar 0,77 persen (quarter-to-quarter/qtq) dibandingkan triwulan IV 2025. (Sumber:Antara)

x|close