Kementerian ESDM Perkuat Diplomasi Energi RI-Rusia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Mei 2026, 14:25
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Tenaga Ahli Menteri ESDM Satya Hangga Yudha Widya Putra (atas) berbicara dalam forum internasional KazanForum 2026 secara daring, Rabu (13/5/2026).​​​​​​​ ANTARA/HO-Tim Media Tenaga Ahli Menteri ESDM Tenaga Ahli Menteri ESDM Satya Hangga Yudha Widya Putra (atas) berbicara dalam forum internasional KazanForum 2026 secara daring, Rabu (13/5/2026).​​​​​​​ ANTARA/HO-Tim Media Tenaga Ahli Menteri ESDM (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Satya Hangga Yudha Widya Putra memperkuat diplomasi energi Indonesia dengan Rusia melalui partisipasi dalam KazanForum 2026.

Menurut Hangga, forum ekonomi internasional tersebut menjadi salah satu instrumen penting dalam diplomasi energi nasional di tengah dinamika geopolitik global.

"KazanForum atau Forum Ekonomi Internasional Rusia-Dunia Islam merupakan platform tahunan yang dirancang untuk memperkuat hubungan dan kerja sama antara Rusia dengan negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI)," ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Jumat, 15 Mei 2026.

Hangga diketahui mengikuti forum internasional tersebut secara daring pada Rabu, 13 Mei 2026.

Ia menilai KazanForum menjadi ruang strategis bagi Indonesia untuk menyelaraskan kepentingan nasional, khususnya dalam menjaga rantai pasok energi dan menarik investasi melalui dialog bersama negara-negara kawasan Eurasia.

Baca Juga: Panggil Menteri ESDM, Prabowo Bahas Harga Minyak dan Penguatan Kepemilikan Negara di Sektor Tambang

Dalam forum itu, Hangga juga menyoroti ketidakpastian geopolitik yang berdampak pada stabilitas energi nasional, termasuk ancaman di Selat Hormuz dan konflik Timur Tengah yang sempat mendorong harga minyak dunia menembus lebih dari 100 dolar AS per barel.

Melalui kerja sama dengan Rusia dan sejumlah mitra strategis lainnya, pemerintah berupaya memastikan pasokan energi nasional tetap aman dan stabil dalam jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Langkah diplomasi tersebut disebut sebagai bagian dari implementasi Astacita kedua pemerintah yang berfokus pada penguatan pertahanan dan keamanan negara melalui kemandirian energi.

Hangga juga menegaskan sinkronisasi regulasi investasi menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada 2028-2029.

Ia menambahkan capaian lifting minyak bumi nasional pada 2025 yang mencapai 605.300 barel per hari (BOPD) menjadi pencapaian penting karena untuk pertama kalinya melampaui target APBN sejak 2016.

Baca Juga: Kementerian ESDM Sebut Pertalite Tak Dijual di Beberapa SPBU karena Upgrade

Untuk mengatasi kesenjangan konsumsi minyak nasional sebesar 1,6 juta barel per hari dan kebutuhan impor sekitar 1 juta barel per hari, pemerintah memanfaatkan momentum KazanForum guna mempercepat agenda hilirisasi sesuai amanat Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2025.

Melalui Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional, Kementerian ESDM mengawal pengembangan 26 komoditas strategis, termasuk transformasi sektor minyak dan gas dari hulu hingga hilir.

Salah satu fokus utama yang dibahas yakni percepatan proyek Grass Root Refinery (GRR) Tuban di Jawa Timur dengan kapasitas produksi mencapai 300.000 barel per hari, sekaligus memperkuat posisi Rusia sebagai pemasok energi strategis untuk mengantisipasi gejolak harga global.

Hangga menjelaskan kerja sama tersebut dibangun melalui tiga pilar utama, yakni pengelolaan hidrokarbon dengan teknologi kilang berdaya guna tinggi, pembangunan ekosistem smelter untuk rantai pasok baterai kendaraan listrik, serta percepatan transisi menuju energi hijau.

Kolaborasi Indonesia dan Rusia juga mencakup sektor maritim serta teknologi kelautan guna menekan impor LPG nasional yang saat ini mencapai 6,91 juta metrik ton.

Dengan penguatan domestic market obligation (DMO) dan perluasan jaringan distribusi gas-to-power, Hangga optimistis Indonesia mampu mencapai kedaulatan energi yang tangguh demi kesejahteraan masyarakat.

(Sumber: Antara)

x|close