A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Teknologi Smelter China Perkuat Industri Tembaga di Indonesia - Ntvnews.id

Teknologi Smelter China Perkuat Industri Tembaga di Indonesia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Mei 2026, 12:10
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri menerima Duta Besar Kuwait untuk Indonesia Khalid Jassim Al-Yassin di kediamannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin 18 Mei 2026. ANTARA/HO-PDIP Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri menerima Duta Besar Kuwait untuk Indonesia Khalid Jassim Al-Yassin di kediamannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin 18 Mei 2026. ANTARA/HO-PDIP (Antara)

Ntvnews.id, Nanchang - Di Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat, aktivitas produksi di fasilitas milik Aman Copper Smelter terus berjalan.

Di bawah sinar matahari, lini produksi smelter tersebut menghasilkan balok-balok katode tembaga berkemurnian tinggi secara bertahap.

Smelter modern yang disebut sebagai salah satu yang terbesar di Asia Tenggara itu dibangun dengan dukungan penuh dari China Nerin Engineering Co., Ltd. yang berbasis di Provinsi Jiangxi, China tengah.

Mulai dari desain proses hingga manufaktur peralatan inti, seluruh teknologi utama proyek tersebut berasal dari perusahaan tersebut.

Proyek itu mengadopsi teknologi peleburan “double-flash” atau “peleburan flotasi putar + penyulingan flotasi putar” yang dikembangkan China. Teknologi tersebut menjadi proyek peleburan tembaga proses penuh pertama di luar wilayah China.

Baca Juga: Usai Smelter Rampung, Freeport akan Ajukan Perpanjangan Izin Tambang

Wakil Manajer Umum China Nerin Engineering Co., Ltd., Liu Yi, mengatakan pihaknya telah memiliki pengalaman panjang di sektor logam nonbesi di Asia Tenggara.

"Kami menyumbang 51 persen dari kapasitas produksi tembaga global, dan kami telah terlibat dalam desain serta konstruksi lebih dari 70 persen kapasitas produksi tembaga domestik China. Kami telah lama berkecimpung di sektor logam nonbesi di Asia Tenggara selama bertahun-tahun dan telah meraih hasil yang solid dalam membawa teknologi kami ke luar negeri," ungkap Liu Yi.

Ia menambahkan, selain proyek smelter tembaga di Indonesia, perusahaan tersebut juga telah menjalankan proyek teknologi peleburan rendah karbon di Filipina serta tengah mengembangkan proyek daur ulang sumber daya tembaga di Thailand.

"Selain proyek smelter tembaga di Indonesia, kami juga telah mengimplementasikan proyek teknologi peleburan rendah karbon di Filipina dan sedang mengembangkan proyek daur ulang sumber daya tembaga di Thailand," katanya.

Liu Yi mengakui bahwa karakteristik bijih tembaga di Asia Tenggara memiliki perbedaan yang cukup besar sehingga teknologi yang diterapkan tidak bisa langsung disalin begitu saja dari China.

Karena itu, penyesuaian proses produksi perlu dilakukan sesuai kadar bijih lokal.

Baca Juga: Menteri Bahlil Restui Relaksasi Ekspor Konsentrat Tembaga Amman Mineral Akibat Kebakaran Smelter

Dalam menghadapi tantangan tersebut, China Nerin menerapkan pendekatan khusus melalui survei lapangan, penyesuaian desain peleburan, hingga mempelajari regulasi setempat agar teknologi China dapat sesuai dengan standar lingkungan dan efisiensi energi di negara tujuan.

Perusahaan tersebut juga menerapkan sistem manajemen yang dilokalkan dengan melatih tenaga teknis lokal dan membentuk tim proyek gabungan antara tenaga kerja China dan negara setempat.

Saat ini, proyek-proyek China Nerin di Asia Tenggara disebut telah menunjukkan hasil signifikan.

Aman Copper Smelter di Indonesia telah resmi beroperasi dengan kapasitas pengolahan mencapai 900.000 ton konsentrat tembaga per tahun.

Fasilitas itu mampu menghasilkan sekitar 220.000 ton katode tembaga LME Grade A setiap tahun, serta produk sampingan berupa 18 ton emas, 55 ton perak, dan 850.000 ton asam sulfat.

Selain mendukung peningkatan PDB dan pendapatan pajak daerah, proyek tersebut juga diklaim telah membuka lebih dari 1.200 lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal.

China Nerin menyebut biaya investasi proyek tersebut juga lebih hemat hingga 50 persen dibanding proyek sejenis di Eropa dan Amerika Serikat.

Tidak hanya di sektor logam nonbesi, sejumlah perusahaan asal Jiangxi lainnya juga mulai memperluas bisnis ke Asia Tenggara.

Baca Juga: PT Timah Akan Operasikan 6 Smelter Sitaan Negara pada 2026

Jiangxi Hongban Technology Co., Ltd. misalnya, menginvestasikan 110 juta dolar AS untuk membangun basis manufaktur pintar papan sirkuit presisi tinggi di Vietnam guna mendukung perkembangan industri elektronik setempat.

Sementara itu, Jiangxi Hongbai New Materials Co., Ltd. menggelontorkan hampir 100 juta yuan atau sekitar 14,62 juta dolar AS ke anak usahanya di Thailand untuk mempercepat pembangunan proyek produksi silana fungsional di kawasan Asia Tenggara.

Selain itu, Jiangxi Weile Technology Co., Ltd. juga berhasil masuk ke rantai pasok produsen otomotif utama di kawasan Asia-Pasifik melalui teknologi kulkas kendaraan yang dikembangkannya.

Produk perusahaan tersebut kini telah dipasarkan di sejumlah negara Asia Tenggara dan diperkirakan menyumbang hampir 400 juta yuan atau sekitar 58,48 juta dolar AS terhadap ekspor perdagangan luar negeri.

(Sumber: Antara)

x|close