BRIN Kembangkan Teknologi Nuklir untuk Kesehatan dan Pangan, Dorong Daya Saing Ekspor

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Jun 2026, 23:35
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala BRIN Arif Satria menjadi pembicara kunci pada kegiatan Konferensi Internasional SDGs dalam rangkaian Milad ke-72 UMI di Aula Al Jibta Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Senin,(8/6/2026).ANTARA/Abd Kadir. Kepala BRIN Arif Satria menjadi pembicara kunci pada kegiatan Konferensi Internasional SDGs dalam rangkaian Milad ke-72 UMI di Aula Al Jibta Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Senin,(8/6/2026).ANTARA/Abd Kadir. (Antara)

Ntvnews.id, Makassar - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mengembangkan inovasi berbasis teknologi nuklir untuk mendukung berbagai sektor, mulai dari kesehatan hingga pangan dan pertanian, termasuk untuk memperkuat daya saing produk ekspor Indonesia.

Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi nuklir tidak hanya terbatas pada sektor energi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam bidang kesehatan dan ketahanan pangan nasional.

"Jadi nuklir untuk kesehatan dan pangan ini adalah dua hal yang juga harus kita kembangkan, termasuk di dalamnya adalah bagaimana kita melakukan iradiasi pangan untuk produk-produk buah-buahan yang akan kita ekspor," ujar Arif Satria pada Konferensi Internasional Milad ke-72 UMI di Makassar, Senin, 8 Juni 2026.

Baca Juga: BRIN Dorong Desa Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Teknologi

Ia menjelaskan, selama ini proses iradiasi pangan masih banyak bergantung pada fasilitas di luar negeri. Kondisi tersebut membuat produk ekspor harus melalui negara ketiga terlebih dahulu untuk proses iradiasi sebelum dikirim ke negara tujuan, sehingga meningkatkan biaya logistik dan produksi.

Menurut Arif, BRIN telah mulai mengembangkan fasilitas iradiasi pangan di Jakarta yang dapat dimanfaatkan langsung oleh pelaku usaha. Dengan adanya fasilitas ini, produk pangan seperti buah-buahan dapat diolah terlebih dahulu untuk meningkatkan daya tahan, menjaga kandungan gizi, serta memastikan keamanan dari mikroba dan hama sebelum diekspor.

Selain itu, BRIN juga telah menghasilkan inovasi varietas unggul bernama Sidenuk, yaitu tanaman yang dikembangkan menggunakan teknologi nuklir. Varietas ini diklaim memiliki produktivitas tinggi serta lebih tahan terhadap hama dan penyakit.

Baca Juga: Kepala BRIN: Ekonomi Desa Jadi Fondasi Indonesia Menuju Kekuatan Ekonomi Dunia

"Jadi saya kira ini sebuah solusi yang penting untuk bagaimana pangan kita ke depan juga bisa bertarung di level global melalui teknologi nuklir," ujarnya.

Arif menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi nuklir di sektor kesehatan juga telah lama digunakan, terutama dalam bidang radiologi untuk diagnosis dan pengobatan medis. Teknologi ini dinilai memiliki peran penting dalam mendukung layanan kesehatan modern.

BRIN menegaskan bahwa pengembangan teknologi nuklir akan terus diarahkan untuk mendukung inovasi yang aman, produktif, dan bermanfaat langsung bagi masyarakat, baik dalam meningkatkan kualitas kesehatan maupun memperkuat ketahanan pangan nasional.

(Sumber: Antara)

x|close