Purbaya Sebut Meredanya Konflik AS-Iran Berpotensi Kurangi Beban Subsidi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Jun 2026, 09:05
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai, meredanya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dapat memberikan dampak positif bagi kondisi fiskal Indonesia. Salah satu manfaat yang berpotensi dirasakan adalah berkurangnya tekanan terhadap anggaran subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurutnya, pemerintah sebelumnya telah mengantisipasi kemungkinan lonjakan harga energi global akibat konflik geopolitik dengan mengalokasikan sebagian anggaran untuk kebutuhan subsidi. Jika situasi internasional semakin kondusif dan harga energi dunia kembali stabil, maka kebutuhan subsidi diperkirakan akan menurun secara signifikan.

Purbaya menjelaskan bahwa langkah antisipatif telah dilakukan pemerintah untuk menjaga stabilitas APBN di tengah ketidakpastian global. Oleh karena itu, membaiknya hubungan antara AS dan Iran dapat menjadi kabar baik bagi pengelolaan keuangan negara.

Baca Juga: Purbaya Bakal Bertemu Kepala BGN Nanik S Deyang, Anggaran MBG Dipotong?

"Kan kemarin sebagian anggaran sudah kita sisihkan untuk subsidi," kata Purbaya di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Senin, 15, Juni 2026.

Ia menambahkan, berkurangnya kebutuhan subsidi akan membuka ruang fiskal yang lebih luas bagi pemerintah untuk membiayai berbagai program strategis dan prioritas nasional.

Dengan menurunnya tekanan terhadap subsidi energi, pemerintah memiliki peluang untuk mengalokasikan dana ke sektor-sektor yang dinilai lebih mendesak dan berdampak langsung terhadap masyarakat.

Baca Juga: Purbaya Kaget, Kejagung Berhasil Sita Aset Kasus Korupsi Legendaris Eddy Tansil

Purbaya menegaskan bahwa fleksibilitas anggaran tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung program-program prioritas yang menjadi fokus pemerintahan Presiden.

"Sehingga akan jauh berkurang (beban subsidi) dan ada ruang untuk memberi pembiayaan program-program lain yang dianggap penting oleh presiden. Jadi kita lihat seperti apa perkembangannya, kemudian baru kita sesuaikan," ujarnya.

Meski demikian, Kementerian Keuangan masih akan memantau perkembangan situasi global sebelum mengambil langkah penyesuaian lebih lanjut terhadap postur APBN.

(Sumber: Antara)

x|close