Purbaya Tambah Dana SAL Rp100 T ke Himbara, Total Penempatan Tembus Rp400 T

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Jun 2026, 18:39
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memutuskan kembali menempatkan dana pemerintah hingga Rp400 triliun di Himbara.  Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memutuskan kembali menempatkan dana pemerintah hingga Rp400 triliun di Himbara. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memutuskan kembali menempatkan dana pemerintah hingga Rp400 triliun di Himbara

Purbaya menyebut guyuran dana dari kas Pemerintah ini dilakukan untuk menjaga likuiditas bank yang dikeluhkan kering karena sebelumnya sempat ditarik.

"Masalah Himbara di sana sudah mulai kekeringan likuiditas. Saya bilang ke mereka, saya akan kembalikan lagi uang pemerintah ke Himbara, bahkan saya tambah," ucap Purbaya, Jumat 26 Juni 2026.

Sebelumnya pemerintah sempat menarik sebagian dana dari Himbara sehingga dari total Rp300 triliun yang pernah ditempatkan dan tersisa sekitar Rp 170 triliun.

Baca juga: Panda Bond Laris di China, Purbaya Pilih Undur Penerbitan ke Juli 2026

Namun, melihat kondisi likuiditas perbankan, pemerintah memutuskan mengembalikan dana tersebut sekaligus menambah penempatannya hingga total mencapai Rp 400 triliun.

"Tadinya Rp200 triliun, saya tambah Rp100 triliun. Nanti ada yang Rp100 triliun, Rp75 triliun. Rp100 triliun lebih fleksibel. Jadi akan cukup likuiditas di sektor perbankan kita. Jadi harusnya bunga di pasar akan turun. Ekonomi siap lari lagi," lanjutnya.

Purbaya mengatakan keputusan itu diambil setelah banyak menerima keluhan dari perbankan pelat merah mengenai keringnya likuiditas.

Alhasil pemerintah memutuskan kembali mengalirkan dana SAL ke Himbara guna memperkuat likuiditas perbankan.

Menurutnya kebijakan tersebut juga bukan keputusan yang diambil secara sepihak. Ia pun sudah berkoordinasi dengan Presiden Prabowo Subianto sebelum menetapkan langkah tersebut. 

Baca juga: Bos BGN Potong Anggaran MBG Rp40 T, Purbaya: Setuju! Apalagi Kalau Lebih Banyak

Menurutnya pemerintah berkomitmen agar memastikan roda perekonomian tetap bergerak.

“Kalau ekonominya melambat, orang takut investor keluar, kira-kira gitu. Kalau kita balik kan, prospek ekonomi balik lagi kan, akan lari lagi. Ya orang cenderung investasi di negara yang ekonominya akan lari. Akibatnya rupiah akan menguat lagi itu teorinya,” tandasnya.

x|close