Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa Saldo Anggaran Lebih (SAL) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 pada akhir tahun tercatat sebesar Rp438,26 triliun.
Purbaya menjelaksan, besaran SAL tersebut telah memperhitungkan pemanfaatannya untuk mendukung pembiayaan APBN serta Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA).
"Memasuki tahun 2025, posisi SAL berada pada angka Rp 457,54 triliun. Setelah dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan APBN sebesar Rp93,15 triliun dan memperhitungkan SiLPA Rp72,40 triliun serta penyesuaian lainnya, saldo akhir tahun tercatat sebesar Rp438,26 triliun," kata Purbaya dalam Rapat Paripurna DPR RI, Kamis 2 Juli 2026.
Menurutnya, posisi SAL tersebut masih cukup kuat untuk menjaga stabilitas fiskal pemerintah di tengah dinamika ekonomi global maupun domestik.
Baca juga: Purbaya: Inflasi Juni Dipengaruhi Kenaikan Harga BBM dan Komoditas Pangan
Baca juga: Terpopuler: Prabowo di Hari Bhayangkara, Purbaya Lantik 3 Dirjen Baru Kemenkeu
"Saldo ini tetap berada pada level yang memadai dan berfungsi sebagai penyangga fiskal dalam menghadapi berbagai risiko dan ketidakpastian ke depan," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Purbaya juga menyampaikan kondisi neraca pemerintah per 31 Desember 2025 yang dinilai masih solid.
Total aset pemerintah tercatat mencapai Rp14.600,98 triliun, dengan total kewajiban sebesar Rp11.527,29 triliun. Sementara itu, nilai ekuitas pemerintah mencapai Rp3.073,69 triliun.
""Hal ini mencerminkan kekayaan bersih negara sekaligus kapasitas fiskal yang dimiliki untuk mendukung agenda pembangunan secara berkelanjutan," tandasnya.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa Saldo Anggaran Lebih (SAL) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 pada akhir tahun tercatat sebesar Rp438,26 triliun.