Menko Airlangga dan Menkeu Suahasil Kompak Laporkan Ekonomi Indonesia Tetap Stabil ke Prabowo

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Okt 2026, 20:42
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menteri Keuangan Suahasil Nazara melaporkan kondisi perekonomian Indonesia kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menteri Keuangan Suahasil Nazara melaporkan kondisi perekonomian Indonesia kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menteri Keuangan Suahasil Nazara melaporkan kondisi perekonomian Indonesia kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin, 19 Oktober 2026. Keduanya menyampaikan bahwa perekonomian nasional masih menunjukkan ketahanan di tengah dinamika global.

Airlangga mengatakan, pertemuan tersebut digelar untuk memberikan perkembangan terkini mengenai kondisi ekonomi menjelang akhir 2026 sekaligus mengevaluasi perjalanan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

"Hari ini Presiden memanggil tim ekonomi untuk update situasi perekonomian menjelang akhir tahun ini dan sekaligus dalam rangka 2 tahun pemerintahan Pak Presiden Pak Prabowo. Tadi kami sampaikan kondisi ekonomi stabil," ungkap Airlangga di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 19 Oktober 2026.

Dalam pertemuan itu, Airlangga memaparkan sejumlah indikator ekonomi makro, mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, kondisi perbankan, hingga perkembangan investasi. Pemerintah juga membahas strategi untuk mendorong peningkatan ekspor nasional.

Baca Juga: Nadiem Makarim Ajukan Kasasi ke MA, Minta Putusan Banding Dibatalkan

"Tadi juga disampaikan terkait kondisi pertumbuhan ekonomi juga terkait target inflasi dan juga terkait situasi makro dari perbankan kemudian juga dari investasi yang sedang berjalan, dan dari berbagai angka makro itu kemudian kami membahas bagaimana meningkatkan ekspor," sebutnya.

Untuk mengoptimalkan kinerja ekspor, pemerintah akan mendorong kontribusi berbagai sektor usaha, terutama industri manufaktur yang menjadi salah satu penopang ekspor Indonesia. Airlangga mengatakan, pemerintah juga akan mengatasi berbagai hambatan yang berpotensi mengganggu kegiatan ekspor melalui satuan tugas khusus.

"Ekspor kita pacu dari seluruh sektor termasuk manufaktur sehingga berbagai hal yang bisa mengurani ekspor pasti kita akan debottlenecking melalui satgas," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan laporan serupa kepada Presiden Prabowo. Ia menilai perekonomian Indonesia masih memiliki daya tahan di tengah ketidakpastian global, yang tercermin dari pertumbuhan ekonomi, inflasi yang terkendali, serta kondisi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang tetap terjaga.

"Kami melaporkan ke Bapak Presiden, kondisi ekonomi makro masih resilien, kondisi transaksi masih sangat resilien jadi kita akan menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan," timpalnya.

Selain membahas kondisi ekonomi makro, Suahasil melaporkan langkah Kementerian Keuangan dalam mengevaluasi penggunaan anggaran negara menjelang akhir tahun. Pemerintah akan melanjutkan penelaahan dan efisiensi belanja agar pelaksanaan APBN tetap berjalan efektif.

"Pelaksanaan APBN kita melaporkan kepada Bapak Presiden, bahwa di dalam sisa tahun 2026 ini Kemenkeu akan terus melakukan penelaah dan efisiensi anggaran," imbuhnya.

Suahasil menegaskan, efisiensi anggaran tidak berarti pemerintah menghentikan belanja negara. Sebaliknya, belanja pemerintah pada kuartal IV-2026 ditargetkan mencapai sekitar Rp1.300 triliun, lebih tinggi dibandingkan realisasi belanja pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1.200 triliun.

Peningkatan belanja tersebut diharapkan tetap mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk melalui penyelenggaraan layanan publik dan penyaluran bantuan sosial.

"Jadi belanja APBN akan terus lebih tinggi dari Q4 tahun lalu ini akan mendorong kegiatan ekononomi di masyarakat termasuk layanan publik pemerintah termasuk perlinsos bantuan pangan sudah bergulir di Q4 dan ini akan mendorong kegiatan konsumsi dan government expenditure di perekonomian kita," bebernya.

Pemerintah berharap kombinasi pengendalian inflasi, penguatan ekspor, keberlanjutan investasi, dan belanja negara yang terarah dapat menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan nasional hingga akhir 2026.

x|close