Ntvnews.id, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan pada perdagangan Kamis, 29 Oktober 2026.
Berdasarkan data RTI Business pada pukul 10.02 WIB, IHSG merosot 119,074 poin atau 2,25 persen ke level 5.163.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG berada di level 5.305. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 5.320 sebelum bergerak melemah hingga menyentuh level terendah 5.157.
Tekanan jual terlihat mendominasi perdagangan saham domestik.
Baca Juga: Proyeksi IHSG Kamis 29 Oktober 2026, Cek Rekomendasi Saham EMAS dan TINS
Sebanyak 525 saham melemah, sementara 123 saham menguat dan 129 saham bergerak stagnan.
Aktivitas transaksi tercatat mencapai 8,895 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp3,453 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai 481.400 kali transaksi.
Sementara itu, kapitalisasi pasar saham tercatat sebesar Rp9.083,414 triliun.
Di tengah pelemahan tersebut, MNC Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada dalam fase koreksi sebelum kembali membuka peluang penguatan pada perdagangan Kamis, 29 Oktober 2026.
MNC Sekuritas dalam proyeksinya menyebut IHSG berpotensi mengalami koreksi untuk menguji area 5.116–5.180.
Baca Juga: IHSG Rabu Dibuka Melemah di Level 5.249
Setelah itu, indeks diperkirakan berpeluang kembali menguat menuju rentang 5.456–5.564.
"Koreksi berpotensi menguji area 5.116-5.180, sebelum kembali membuka peluang penguatan menuju 5.456-5.564," tulis MNC Sekuritas.
Adapun level support IHSG berada di 5.185 dan 4.915, sedangkan level resistance berada di 5.460 dan 5.563.
Pengunjung memotret layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2026 (Antara)