IHSG Berpeluang Bangkit ke 8.400, Investor Siap-siap Borong Saham

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Jan 2026, 18:01
thumbnail-author
Okky Tri Nugroho
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Layar menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 27 Oktober 2025. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore, 27 Januari 2026, ditutup melemah 154,57 atau 1,87 persen ke Ilustrasi - Layar menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 27 Oktober 2025. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore, 27 Januari 2026, ditutup melemah 154,57 atau 1,87 persen ke (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pasar saham Indonesia Kembali tertekan pada hari ini, Kamis 29 Januari. Tercatat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 10% dan menyentuh posisi terendah harian di 7.481. Bahkan Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat melakukan pembekuan sementara (trading halt). 

Ini menjadi trading halt dua hari berturut turut setelah kemarin, Rabu, 28 Januari 2026, BEI juga melakukannya mengingat IHSG anjlok hingga lebih dari 8% menuju ke level 7.600-an.

Melihat dari pergerakan IHSG ini, dikutip dari Analisa teknikal Bloomberg, IHSG dinilai mulai mendekati area support penting. 

"Secara teknikal, IHSG berpotensi bangkit dari support–nya dari area level 7.770," tulis laporan Bloomberg.

Analisa selanjutnya, jika indeks mampu bertahan dan bergerak stabil di atas area tersebut, peluang rebound dinilai cukup besar. Target penguatan terdekat berada di level psikologis 8.000 yang sekaligus berfungsi sebagai resistance awal. Jika momentum berlanjut, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan ke area 8.400.

Selain itu, terdapat resistance lanjutan yang cukup kuat di sekitar level 8.680. Level ini berpotensi menjadi tantangan berikutnya apabila sentimen pasar membaik.

Dari sisi bawah, area 7.700 dipandang sebagai support terdekat yang cukup penting. Support berikutnya berada di kisaran 7.200. Sementara itu, dalam skenario paling pesimistis, tekanan lanjutan dapat membawa IHSG turun hingga area 7.000, bahkan 6.700. Namun, semakin mendekati area tersebut, potensi technical rebound dinilai semakin besar.

Dari sisi sentimen, tekanan pasar dipicu oleh keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan seluruh kenaikan bobot saham Indonesia dalam indeksnya. 

Senior Partner SGMC Capital, Mohit Mirpuri, menilai dalam jangka pendek sentimen pasar cenderung netral hingga negatif, mengingat Indonesia berada dalam masa “percobaan” hingga Mei mendatang. Ia menyarankan investor untuk bersikap wait and see sambil menunggu kejelasan lebih lanjut.

Meski begitu, Mirpuri menegaskan bahwa secara historis, periode ketidakpastian justru kerap menjadi peluang bagi investor jangka panjang. Menurutnya, pasar sering kali mulai menguat sebelum ketidakpastian benar-benar berakhir. 

Oleh karena itu, di tengah tekanan saat ini, investor dinilai mulai dapat mencermati saham-saham berpotensi memiliki kinerja cemerlang lalu kemudian melakukan pembelian.

Perlu diketahui, pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis 29 Januari, IHSG ditutup di level 8.232 atau tercatat melemah 1% dari pembukaan. Adapun total volume perdagangan mencapai 973 miliar dengan nilai transaksi Rp 66,7 triliun.

x|close