Indonesia–AS Perkuat Perdagangan Sektor Agro dan Manufaktur, Nilai Investasi Capai Rp649 T

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Feb 2026, 10:20
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subianto hadir memberikan sambutan pada acara roundtable, menyampaikan keynote pada acara Gala Iftar Dinner dan sekaligus menyaksikan penandatanganan 11 kesepakatan kerjasama antara perusahaan-perusahaan AS dengan Indonesia. Presiden Prabowo Subianto hadir memberikan sambutan pada acara roundtable, menyampaikan keynote pada acara Gala Iftar Dinner dan sekaligus menyaksikan penandatanganan 11 kesepakatan kerjasama antara perusahaan-perusahaan AS dengan Indonesia.

Ntvnews.id, Jakarta - Indonesia dan Amerika Serikat (AS) menyepakati kerja sama perdagangan dan investasi di berbagai sektor senilai 38,4 miliar dolar AS atau setara dengan Rp649 triliun.

Adapun kesepakatan itu disampaikan dalam acara US-Indonesia Business Summit 2026, yang diselenggarakan oleh the U.S. Chamber of Commerce (USCC), the US-ASEAN Business Council (USABC), dan the U.S.-Indonesia Society (USINDO) di Washington D.C. 

“Saya memahami cara kerja pasar. Pasar menghargai transparansi, disiplin, dan kredibilitas. Tanggung jawab saya sebagai Presiden, memperkuat tata kelola, meningkatkan transparansi, dan memastikan bahwa kami memenuhi standar internasional. Ini tentang bagaimana menjaga integritas ekonomi kita, dan kepercayaan investor jangka panjang,” ucap Presiden Prabowo.

Pada kesempatan Business Summit tersebut, dilakukan penandatanganan kerjasama perdagangan dan investasi antara Perusahaan-perusahaan AS dengan Indonesia, yang mencakup rencana pembelian barang dan penanaman investasi, dengan total komitmen sebesar USD38,4 Miliar di berbagai sektor. 

Baca juga: Trump Umumkan Donasi Rp162 Triliun untuk Rekonstruksi Gaza Lewat Board of Peace

Baca juga: Trump Puji Prabowo Betubi-tubi, Sebut Indonesia Negara Besar

Pada sektor Agro, total kesepakatan pembelian mencapai USD4,5 Miliar antara lain kesepakatan untuk pembelian Soybeans (USD1,37 Miliar), Wheat (TBA hingga 2030 USD 1,25 Miliar), Corn (USD855 Juta), Cotton (USD244 Juta) dan produk lain (USD800 Juta).

Sedangkan pada sektor Industri Manufaktur, beberapa kesepakatan investasi mencapai USD33,91 Miliar. 

Beberapa kesepakatan antara lain kerjasama antara KADIN dengan USABC sebesar USD2,00 Miliar, kesepakatan bahan baku industri berupa Shredded Worn Clothing sebesar USD200 Juta, serta rencana investasi pada industri Semikonduktor yang mencapai USD4,89 Miliar dan USD26,7 Miliar. 

Penandatanganan berbagai kesepakatan kerjasama tersebut dilakukan di depan Presiden Prabowo, pada sesi acara Gala Iftar Dinner, dan ditandatangani langsung oleh para Pimpinan Perusahaan AS dan Indonesia yang telah mengikat kesepakatan kerjasama tersebut.

x|close