Ntvnews.id, Jakarta - Kelompok negara berkembang yang tergabung dalam D-8 memiliki potensi ekonomi yang besar dalam mendorong kerja sama ekonomi global. Negara-negara anggota organisasi ini memiliki total populasi sekitar 1,29 miliar jiwa dengan kekuatan ekonomi gabungan yang diperkirakan mencapai sekitar 5,75 triliun dolar AS.
Besarnya jumlah penduduk tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat kolaborasi ekonomi antarnegara anggota di tengah dinamika ekonomi global.
Indonesia menjadi salah satu negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dalam kelompok ini.
Baca Juga: Infografik: Mengenal D-8 dan Peran Baru Indonesia dalam Peta Ekonomi Global
Dengan populasi sekitar 287,2 juta jiwa, Indonesia memiliki produk domestik bruto (PDB) sekitar 1,55 triliun dolar AS.
Sektor unggulan Indonesia antara lain beras, kelapa sawit, wisata alam, serta industri halal.
Sementara itu, Turki memiliki PDB sekitar 1,58 triliun dolar AS dengan sektor andalan seperti otomotif, elektronik, dan wisata sejarah.
Beberapa negara lain juga memiliki populasi besar dengan potensi ekonomi yang signifikan.
Pakistan memiliki sekitar 245,12 juta penduduk dengan PDB sekitar 410,5 miliar dolar AS yang ditopang sektor tekstil.
Bangladesh dengan populasi sekitar 185,42 juta jiwa memiliki PDB sekitar 519,29 miliar dolar AS dengan sektor unggulan beras dan industri garmen.
Nigeria juga menjadi kekuatan penting dengan populasi sekitar 242,58 juta jiwa dan PDB sekitar 334,34 miliar dolar AS yang didukung sektor minyak dan kakao.
Di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, Mesir memiliki populasi sekitar 111,64 juta jiwa dengan PDB sekitar 399,51 miliar dolar AS yang didukung sektor kapas dan wisata sejarah.
Iran memiliki populasi sekitar 88,38 juta jiwa dengan PDB sekitar 375,64 miliar dolar AS yang ditopang sektor migas.
Baca Juga: Prabowo Terima Delegasi Pakistan, Bahas Pertahanan, Investasi, hingga Dukungan untuk KTT D8
Sementara Malaysia dengan populasi sekitar 34,24 juta jiwa memiliki PDB sekitar 505,36 miliar dolar AS dengan sektor unggulan kelapa sawit, industri halal, dan wisata alam.
Selain delapan negara awal, Azerbaijan resmi menjadi anggota kesembilan pada 2024 dengan populasi sekitar 10,5 juta jiwa dan PDB sekitar 80,02 miliar dolar AS yang juga ditopang sektor migas.
Kerja sama D-8 diharapkan dapat memperkuat peran negara-negara berkembang, khususnya negara mayoritas Muslim, dalam meningkatkan ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Berikut Infografiknya:
Kelompok negara berkembang D-8 memiliki potensi ekonomi besar dengan populasi hampir 1,3 miliar jiwa. Potensi ini menjadi modal penting untuk memperkuat kerja sama ekonomi para negara anggota. (Antara)
video
Kelompok negara berkembang D-8 memiliki potensi ekonomi besar dengan populasi hampir 1,3 miliar jiwa. Potensi ini menjadi modal penting untuk memperkuat kerja sama ekonomi para negara anggota. (Antara)