G7 Gelar Pertemuan Bahas Lonjakan Harga Minyak Dunia Akibat Perang Iran-AS Israel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Mar 2026, 18:15
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Bendera Kelompok G7, terdiri dari Amerika Serikat (AS), Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia dan Jepang. (ANTARA/Anadolu/py) Bendera Kelompok G7, terdiri dari Amerika Serikat (AS), Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia dan Jepang. (ANTARA/Anadolu/py) (Antara)

Ntvnews.id, Tokyo - Kelompok negara industri maju G7 dijadwalkan menggelar pertemuan virtual pada Senin waktu setempat untuk membahas langkah-langkah menghadapi lonjakan harga minyak mentah di tengah konflik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran.

Pertemuan tersebut akan melibatkan para menteri keuangan, menteri energi, serta gubernur bank sentral dari negara-negara anggota. Salah satu agenda utama yang diperkirakan dibahas adalah kemungkinan pelepasan tambahan cadangan minyak strategis secara terkoordinasi, yang saat ini tengah dikaji oleh International Energy Agency (IEA).

Kenaikan harga minyak dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah, terutama setelah serangan udara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari. Situasi tersebut berdampak pada terganggunya jalur distribusi energi global, termasuk adanya blokade de facto di Selat Hormuz yang menjadi jalur utama pengiriman minyak dunia.

Baca Juga: G7 Bicarakan Rencana Pengawalan Kapal di Timur Tengah

Sebagai respons awal, IEA yang berbasis di Paris dan beranggotakan 32 negara, termasuk negara-negara G7, telah mulai melepaskan cadangan minyak dengan total lebih dari 400 juta barel. Langkah ini merupakan aksi kolektif pertama sejak tahun 2022, saat terjadi invasi besar Rusia ke Ukraina.

Dari total cadangan yang dilepas, Jepang menjadi kontributor terbesar kedua setelah Amerika Serikat, dengan kontribusi mencapai 79,8 juta barel, sementara AS menyumbang sekitar 172,2 juta barel. Jepang sendiri diketahui sangat bergantung pada pasokan minyak dari Timur Tengah, dengan lebih dari 90 persen impor minyak mentahnya berasal dari kawasan tersebut.

Baca Juga: Menlu Kelompok G7 Desak Iran Membuka Selat Hormuz

Sebelumnya, para menteri keuangan dan energi G7 telah menggelar pertemuan pada awal Maret dan sepakat untuk bersiap mengambil langkah lanjutan guna menjaga stabilitas pasokan dan harga energi global.

Tahun ini, G7 dipimpin oleh Prancis, dengan anggota lainnya terdiri dari Inggris, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Amerika Serikat, serta Uni Eropa.

(Sumber: Antara)

x|close