Ntvnews.id, Jakarta - Unilever mengumumkan penggabungan unit bisnis makanannya dengan perusahaan bumbu asal Amerika Serikat McCormick senilai USD65 miliar.
Di balik kesepakatan besar ini, Dewan Pekerja Eropa Unilever (UEWC) menyuarakan kekhawatiran serius dimana ribuan karyawan berpotensi terdampak PHK.
UEWC yang mewakili hampir 20.000 pekerja di Eropa dan Inggris menilai ketidakpastian semakin tinggi, dan serikat buruh bisa saja mengarah pada aksi mogok lintas negara.
"Kami khawatir bahwa kemungkinan transaksi dapat disertai langkah-langkah personel lebih lanjut," kata UEWC dikutip dari Reuters, Selasa 7 April 2026.
"Ketidakpastian di antara tenaga kerja sangat tinggi," lanjutnya.
Baca juga: Resmi Lepas dari Unilever, Sariwangi Kini Berada di Bawah Grup Djarum
Baca juga: Unilever Pangkas 480 Karyawan di Tengah Penurunan Kinerja Keuangan
UEWC mengatakan akan beralih ke serikat pekerja yang bekerja dengannya untuk membahas tindakan apa yang mungkin diambil jika Unilever tidak menemukan solusi yang baik untuk karyawan yang terkena dampa.
“Itu bisa mengarah dari negosiasi ke mungkin pemogokan di berbagai negara di mana itu mungkin. Itu tergantung pada undang-undang di seluruh Eropa,” kata UEWC.
CEO Unilever Fernando Fernández menegaskan perusahaan akan segera memulai konsultasi dengan UEWC.
Prusahaan ini memiliki 4.800 karyawan di bisnis makanan Unilever di Eropa dan Inggris berada dalam posisi rawan.
Unilever/Reuters