A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

RI Jajaki Pembelian Minyak dan LPG dari Rusia, Bahlil Sebut Hasil Positif - Ntvnews.id

RI Jajaki Pembelian Minyak dan LPG dari Rusia, Bahlil Sebut Hasil Positif

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Apr 2026, 19:39
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (kanan) bertemu dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev (kiri) di Rusia, Selasa (14/4/2026). (ANTARA/HO-ESDM) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (kanan) bertemu dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev (kiri) di Rusia, Selasa (14/4/2026). (ANTARA/HO-ESDM) (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melakukan pembahasan terkait pembelian minyak mentah dan LPG dari Rusia dalam pertemuannya dengan Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev, pada Selasa, 14 April 2026.

“Alhamdulillah apa yang sudah menjadi kesepakatan itu, kita mendapatkan hasil yang cukup baik di mana kita bisa mendapatkan cadangan crude (minyak mentah) kita untuk kita nambah. Di samping itu juga kita akan bisa mendapatkan LPG,” kata Bahlil Lahadalia dalam keterangan resminya.

Dalam pertemuan tersebut, Rusia menyatakan kesiapannya untuk mendukung ketahanan energi Indonesia, termasuk dalam penyediaan minyak, gas bumi, serta fasilitas penyimpanan energi.

Pertemuan itu juga dihadiri oleh sejumlah perusahaan energi Rusia, di antaranya Rosneft, Ruschem, Zarubezhneft, dan Lukoil.

Baca Juga: Bahlil Sebut Harga Avtur Indonesia Masih Kompetitif di Tengah Kenaikan Global

Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa kerja sama tersebut dijajaki melalui dua skema, yakni antarpemerintah (G2G) dan antarbisnis (B2B). Skema ini diharapkan mampu memberikan kepastian terhadap ketersediaan cadangan energi nasional, khususnya minyak mentah dan LPG.

Selain itu, Indonesia juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan Rusia, mulai dari pengembangan fasilitas penyimpanan minyak mentah, pasokan jangka panjang, penjajakan energi nuklir, hingga kolaborasi di sektor mineral.

"Kita ingin semua ini betul-betul memberi kepastian bagi ketahanan energi nasional,” ucapnya.

Ia menilai hasil pertemuan tersebut memberikan sinyal positif dalam upaya memperkuat ketahanan energi nasional di tengah kondisi global yang dinamis.

Menurutnya, Rusia menjadi salah satu mitra potensial karena memiliki kapasitas produksi energi yang besar serta pengalaman panjang di sektor minyak dan gas.

“Sekali lagi saya merasa senang hari ini karena atas arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk menindaklanjuti secara tuntas. Dan alhamdulillah sekali lagi saya katakan bahwa insyaallah bisa kita mendapatkan yang baik,” kata Bahlil Lahadalia.

Di tengah fluktuasi pasar energi global yang dipengaruhi faktor geopolitik dan produksi, pemerintah Indonesia terus berupaya mencari sumber energi alternatif.

Rusia dinilai memiliki posisi strategis sebagai pemasok energi yang dapat diandalkan sekaligus mitra jangka panjang bagi Indonesia.

Baca Juga: Bahlil Dampingi Prabowo ke Moskow Rusia untuk Amankan Minyak

Dalam kesempatan tersebut, Sergey Tsivilev menyatakan kesiapan negaranya untuk memperkuat kerja sama dengan Indonesia.

“Sebagai mitra strategis, kami siap berkolaborasi terutama dalam penyediaan minyak dan gas, penyimpanan, maupun kelistrikan dalam hal ini pembangkit listrik tenaga nuklir,” kata Sergey Tsivilev.

Pemerintah Indonesia memandang Rusia sebagai mitra penting dalam menjaga stabilitas energi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Langkah diplomasi ini menegaskan komitmen Indonesia untuk tetap aktif, konstruktif, dan berorientasi pada kepentingan nasional di kancah global.

(Sumber: Antara)

x|close