Minat Investasi Asing ke Indonesia Meningkat di Tengah Ketidakpastian Global

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Apr 2026, 20:02
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Investasi dan Hilirisasi/ BKPM Rosan Roeslani Menteri Investasi dan Hilirisasi/ BKPM Rosan Roeslani (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Di tengah dinamika geopolitik dunia yang tidak menentu, ketertarikan investor asing terhadap Indonesia justru mengalami peningkatan yang signifikan. Menteri Investasi/Kepala BKPM sekaligus CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa komitmen investasi berskala besar terus mengalir dari berbagai negara mitra strategis.

Setelah melaporkan perkembangan investasi kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 21 April 2026, Rosan mengungkapkan bahwa kunjungan kerjanya ke sejumlah negara mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan global terhadap perekonomian Indonesia.

“Iya, kebetulan kan saya juga berkeliling nih ya, baik kemarin minggu lalu, saya sebetulnya ini baru pulang juga dari Singapura, langsung saya ke sini dipanggil Pak Presiden (Prabowo),” jelas dia.

Rosan menjelaskan bahwa dalam setiap kunjungan bersama Presiden ke berbagai negara seperti China, Korea Selatan, dan Jepang, pemerintah aktif menjalin komunikasi dengan para pelaku usaha melalui forum besar maupun pertemuan terbatas.

Baca Juga: Purbaya Tegaskan Prabowo Tak Pernah Beri Instruksi Sediakan Uang dari APBN untuk BoP

“Sebelumnya saya juga ke China beberapa hari, kemudian juga bersama-sama dengan Pak Presiden ke Korea, ke Jepang, dan dalam setiap acara itu, pada saat mendampingi Pak Presiden, pasti ada acara bertemu dengan dunia usahanya,” kata Rosan.

Menurutnya, meskipun dunia tengah dihadapkan pada ketegangan geopolitik dan tekanan geoekonomi, minat investasi ke Indonesia tetap tinggi dan terus menunjukkan tren positif.

“Dan kalau kami lihat bahwa ternyata terlepas dari keadaan sekarang, perang, geopolitik dunia, geoekonomi dunia, ternyata minat dan interest mereka untuk investasi di Indonesia itu sangat tinggi ya, masih sangat-sangat baik ya,” jelasnya.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/ BKPM Rosan Roeslani  <b>(NTVnews)</b> Menteri Investasi dan Hilirisasi/ BKPM Rosan Roeslani (NTVnews)

Hal ini tercermin dari realisasi investasi yang tetap berjalan sesuai rencana, bahkan mengalami peningkatan yang cukup besar dibandingkan periode sebelumnya.

“Dan ini terbukti dari investasi yang masuk juga masih sesuai dengan yang kita rencanakan. Walaupun itu juga sudah mengalami peningkatan yang sangat signifikan kalau saya boleh sampaikan,” ungkapnya.

Rosan menyebutkan bahwa dalam kurun waktu satu dekade terakhir (2014–2024), total investasi yang masuk ke Indonesia mencapai sekitar Rp9.100 triliun. Sementara untuk lima tahun mendatang (2025–2029), targetnya meningkat tajam menjadi lebih dari Rp13.000 triliun.

“Nah, lima tahun dari 2025-2029 target yang diberikan kepada kami kalau dari Bappenas itu Rp13.000 triliun lebih. Jadi peningkatannya memang cukup signifikan, tapi alhamdulillah masih bisa tercapai target-target itu,” ujar Rosan.

Baca Juga: Polda Metro Jaya Dalami Laporan Terhadap Ade Armando dan Permadi Arya

Ia juga mengungkapkan bahwa komitmen investasi dari sejumlah negara mencapai nilai yang sangat besar, dengan Jepang sebagai salah satu penyumbang utama, diikuti Korea Selatan dan China.

“Kalau yang di Jepang kalau enggak salah itu hampir US$30 miliar lebih ya. US$30 miliar lebih. Yang di Korea itu waktu itu mencapai hampir US$10 miliar. US$10 miliar lebih juga. Jadi ya alhamdulillah cukup sangat-sangat baik lah,” bebernya.

“China juga tetap tinggi itu investasinya yang akan masuk ke kita di bidang bersama-sama juga dengan kami. Mereka juga investasinya juga sangat-sangat terjaga dan sangat-sangat baik,” lanjut dia.

Dari sisi komposisi, investasi di Indonesia kini semakin seimbang antara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA). Sementara itu, lima negara investor terbesar masih didominasi oleh Singapura, Hong Kong, Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang.

“Dan negaranya juga kami sampaikan, walaupun baru secara detail kami ada, tapi lima besarnya itu adalah Singapura kurang lebih US$4,6 miliar, Hong Kong US$2,7 miliar, Tiongkok US$2,2 miliar, Amerika Serikat US$1,7 miliar, Jepang US$1 miliar,” tandas dia.

Rosan menambahkan bahwa angka tersebut baru mencakup sekitar 29 persen dari total investasi yang masuk, yang menunjukkan masih besarnya peluang tambahan investasi ke depan.

Dengan besarnya komitmen investasi dari berbagai negara, Indonesia dinilai semakin kuat sebagai tujuan utama investasi global, bahkan di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik dunia.

x|close