Ntvnews.id,
Informasi ini disampaikan oleh Badan Pertambangan Nasional Kolombia (ANM) pada Selasa, 05 Mei 2026.
"Enam penambang telah diselamatkan dan sembilan tewas dalam kecelakaan kerja di tambang di Sutatausa, Cundinamarca," kata badan tersebut.
Korban yang mengalami luka-luka saat ini tengah menjalani perawatan medis di rumah sakit setempat.
Sebelumnya, otoritas setempat melaporkan bahwa terdapat 15 pekerja yang berada di dalam tambang ketika insiden terjadi. Namun, hanya tiga orang yang berhasil keluar ke permukaan secara mandiri.
Baca Juga: Pemerintah Bakal Kaji Skema Bagi Hasil Sektor Tambang
ANM menjelaskan bahwa ledakan terjadi di tambang yang dioperasikan oleh perusahaan Carboneras Los Pinos SAS.
Lembaga tersebut juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta memastikan koordinasi terus dilakukan dalam proses penyelamatan.
Berdasarkan hasil inspeksi teknis yang dilakukan pada 9 April 2026, perusahaan telah menerima sejumlah rekomendasi untuk meningkatkan standar keselamatan.
Langkah tersebut mencakup pembaruan sistem kelembaman akibat debu batu bara, penutupan bekas tambang yang mengandung emisi gas metana, serta perhitungan risiko longsor dan potensi ledakan.
Baca Juga: Panggil Menteri ESDM, Prabowo Bahas Harga Minyak dan Penguatan Kepemilikan Negara di Sektor Tambang
ANM menegaskan bahwa gas metana dan debu batu bara memiliki potensi untuk terakumulasi di dalam tambang, sehingga diperlukan pemantauan secara berkelanjutan serta sistem ventilasi yang efektif guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Suasana lokasi ledakan tambang batu bara yang dikelola PT Nusa Alam Lestari di Desa Salak, Kecamatan Talawi, Sawahlunto, Sumatera Barat, Jumat (9/12/2022). (ANTARA FOTO/Derky Azmadi/Lmo/tom/pri) (Antara)