Deklarasi Bali 2026: Enam Komitmen ASEAN untuk Olahraga dan Kepemudaan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Mei 2026, 12:43
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir bersama sejumlah menteri dan delegasi negara-negara dari kawasan Asia Tenggara berfoto bersama South East Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026 (SEAMMYS) di Bali, Senin (4/5/2026). ANTARA/HO-Humas Kemenpora RI. Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir bersama sejumlah menteri dan delegasi negara-negara dari kawasan Asia Tenggara berfoto bersama South East Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026 (SEAMMYS) di Bali, Senin (4/5/2026). ANTARA/HO-Humas Kemenpora RI. (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta - Para menteri pemuda dan olahraga dari negara-negara Asia Tenggara menyepakati Deklarasi Bali yang memuat enam poin utama terkait penguatan sektor olahraga dan kepemudaan.

Kesepakatan tersebut dihasilkan dalam pertemuan South East Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports (SEAMMYS) 2026 yang berlangsung di Bali pada Sabtu–Minggu, 03–04 Mei 2026.

Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, menjelaskan bahwa Deklarasi Bali menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi antarnegara melalui pertukaran pengalaman, dialog kebijakan, serta pembelajaran bersama dalam meningkatkan kualitas pengembangan pemuda dan tata kelola olahraga.

"Negara-negara Asia Tenggara saat ini sedang menghadapi tantangan bersama dalam mengembangkan sistem olahraga yang kompetitif, industri olahraga yang berkelanjutan, serta komunitas pemuda yang tangguh di tengah perubahan sosial, teknologi, dan global yang pesat," kata Erick dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu, 06 Mei 2026.

Kesepakatan pertama dalam Deklarasi Bali menegaskan kesamaan pandangan negara-negara peserta mengenai peran penting olahraga sebagai sarana memperkuat perdamaian, persatuan kawasan, pembangunan berkelanjutan, kesehatan masyarakat, serta meningkatkan visibilitas Asia Tenggara di tingkat global.

Oleh sebab itu, seluruh peserta berkomitmen mempererat kerja sama untuk mendorong solidaritas, saling pengertian, dan keterlibatan masyarakat secara konstruktif.

Baca Juga: Erick Thohir: Bonus Atlet ASEAN Para Games 2025 Setara SEA Games

Poin kedua menekankan pentingnya penguatan sistem olahraga prestasi tinggi melalui peningkatan pembinaan atlet, kualitas pelatih, pengembangan ilmu keolahragaan, serta proses identifikasi bakat secara berkelanjutan.

Selain itu, relevansi ajang multi-cabang seperti SEA Games juga dinilai perlu terus ditingkatkan guna mendukung pembinaan atlet menuju kompetisi internasional yang lebih tinggi, dengan tetap mempertimbangkan kondisi masing-masing negara.

Kesepakatan ketiga berfokus pada dorongan untuk memperluas kolaborasi dan pertukaran informasi dalam penyelenggaraan event olahraga internasional berskala besar.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas serta memperkuat sinergi antarnegara di kawasan.

Selanjutnya, poin keempat menegaskan pentingnya partisipasi olahraga sebagai fondasi dalam pengembangan bakat, peningkatan kesehatan masyarakat, serta promosi nilai-nilai toleransi, inklusi sosial, perdamaian, dan integrasi melalui interaksi lintas negara.

Pada poin kelima, para peserta menyepakati perlunya pemberdayaan pemuda melalui kemitraan yang kuat dengan berbagai pemangku kepentingan.

Tujuannya agar generasi muda mampu berkontribusi aktif dalam menciptakan perdamaian, memperkuat toleransi, serta mendukung pembangunan berkelanjutan.

Sementara itu, poin keenam menggarisbawahi peran pemuda sebagai penggerak utama inovasi dan ketahanan masa depan kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga: Erick Thohir Laporkan Rencana Akademi Olahraga Nasional ke Presiden

"Kami menyatakan niat bersama untuk memberdayakan pemuda, termasuk pemuda rentan, melalui olahraga dan melalui kebijakan yang menumbuhkan pemikiran kritis serta keterlibatan yang bertanggung jawab di era digital," demikian potongan kesepakatan keenam yang tertuang dalam keterangan resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga RI.

Para peserta meyakini bahwa generasi muda memiliki potensi besar sebagai agen perubahan yang mampu menciptakan kesejahteraan bagi diri sendiri sekaligus beradaptasi dalam dunia yang terus berkembang, terutama di tengah kemajuan teknologi yang pesat.

Pertemuan SEAMMYS 2026 turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi bidang olahraga dan kepemudaan dari negara-negara ASEAN.

Selain Erick Thohir sebagai tuan rumah, hadir pula Dato Nazmi Mohamad dari Brunei Darussalam, Jhon Patrick Gregorio dari Filipina, Joseph Francisco Jeff Ortega dari Komisi Pemuda Nasional Filipina, David Neo dari Singapura, serta Nelyo Isaac Sarmento dari Timor-Leste, bersama delegasi dari Kamboja, Malaysia, Myanmar, Laos, Thailand, dan Vietnam.

(Sumber: Antara)

x|close