A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Inggris Siap Kerahkan Kapal Perang dan Jet Tempur Amankan Selat Hormuz - Ntvnews.id

Inggris Siap Kerahkan Kapal Perang dan Jet Tempur Amankan Selat Hormuz

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Mei 2026, 12:20
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Arsip - Kapal tanker minyak Inggris Stena Impero dikelilingi oleh kapal cepat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz (21/7/2019). (ANTARA/Xinhua/HO-ISNA/Morteza Akhoundi/aa) Arsip - Kapal tanker minyak Inggris Stena Impero dikelilingi oleh kapal cepat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz (21/7/2019). (ANTARA/Xinhua/HO-ISNA/Morteza Akhoundi/aa) (Antara)

Ntvnews.id, Moskow - Pemerintah Inggris menyatakan kesiapan untuk mengerahkan kapal perang, kapal penyapu ranjau tanpa awak, hingga jet tempur sebagai bagian dari misi menjaga kelancaran pelayaran di Selat Hormuz.

Dalam pernyataannya pada Selasa, 12 Mei 2026, Kementerian Pertahanan Inggris menyebut Inggris bersama Prancis menjadi tuan rumah pertemuan para menteri pertahanan dari sedikitnya 40 negara guna membahas pembukaan kembali jalur pelayaran strategis tersebut.

"Inggris akan mengerahkan peralatan pemburu ranjau otonom dan sistem anti-drone canggih, bersama dengan jet Typhoon dan HMS Dragon, sebagai bagian dari misi pertahanan masa depan untuk mengamankan kebebasan navigasi di Selat Hormuz," kata Kemhan Inggris.

Baca Juga: Kapal Pengangkut Korsel Dihantam Objek Misterius di Selat Hormuz

Pemerintah Inggris juga mengumumkan anggaran sebesar 115 juta pound sterling atau sekitar Rp2,7 triliun untuk pengadaan berbagai peralatan pesawat nirawak.

Pendanaan tersebut mencakup pengerahan kapal nirawak Kraken dalam sistem modular Beehive.

Selain itu, Inggris tengah memodernisasi kapal RFA Lyme Bay agar dapat difungsikan sebagai platform peluncuran drone atau kapal induk nirawak.

Sementara itu, kapal perusak HMS Dragon yang telah dibekali sistem anti-drone canggih dilaporkan berlayar menuju kawasan Timur Tengah sejak pekan lalu guna memperkuat pertahanan regional.

Baca Juga: Saudi Aramco: Pasar Minyak Belum Pulih Jika Selat Hormuz Tetap Ditutup

Ketegangan di sekitar Iran disebut telah memicu blokade efektif di Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dan gas alam cair global dari kawasan Teluk Persia.

Situasi tersebut berdampak terhadap ekspor energi dan tingkat produksi minyak dunia.

Akibat blokade itu, harga bahan bakar dan berbagai produk industri di banyak negara dilaporkan mengalami kenaikan signifikan.

(Sumber: Antara)

x|close