A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

MPR RI Tegaskan Tidak Ada Keberpihakan Juri LCC Empat Pilar Kalbar - Ntvnews.id

MPR RI Tegaskan Tidak Ada Keberpihakan Juri LCC Empat Pilar Kalbar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Mei 2026, 19:30
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah menyampaikan keterangan kepada pers di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026). ANTARA/Fath Putra Mulya Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah menyampaikan keterangan kepada pers di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026). ANTARA/Fath Putra Mulya (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, menepis tudingan bahwa dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat berpihak kepada salah satu sekolah dalam pelaksanaan babak final yang sempat menuai polemik.

Ia menegaskan bahwa proses penilaian dilakukan secara objektif tanpa adanya keberpihakan dari pihak juri.

“Oh tidak, tidak. Itu tidak ada. Kita selalu mencoba juri itu semuanya tidak ada keberpihakan, tidak ada, jadi yang disampaikan itu clear tidak ada (keberpihakan),” kata Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah di Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.

Siti menjelaskan bahwa dugaan kesalahan dalam penilaian yang terjadi pada babak final di Pontianak, Sabtu, 9 mei 2026, disebabkan oleh kendala teknis saat lomba berlangsung. Salah satunya terkait gangguan suara yang membuat juri mengalami kesulitan dalam menangkap jawaban peserta secara akurat.

Baca Juga: MC Lomba Cerdas Cermat MPR Minta Maaf

“Memang ada beberapa hal yang mungkin saya tidak mengungkapkan lebih jauhnya karena ada beberapa aturan-aturan yang akhirnya mungkin kendala teknis sound (suara) dan lain-lainnya,” ujar dia.

Menindaklanjuti polemik tersebut, MPR RI berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan LCC Empat Pilar. Bahkan, babak final tingkat Provinsi Kalbar diputuskan untuk diulang kembali dalam waktu dekat pada bulan ini.

Dalam pelaksanaan ulang tersebut, MPR RI juga akan mengganti susunan dewan juri. Jika sebelumnya berasal dari internal MPR, maka pada pelaksanaan berikutnya juri akan melibatkan pihak independen seperti akademisi guna menjamin objektivitas penilaian.

Selain itu, MPR RI telah menjatuhkan sanksi berupa penonaktifan kepada juri yang bertugas dalam rangkaian LCC tahun ini. Lembaga tersebut juga masih mengkaji kemungkinan pemberian sanksi tambahan melalui mekanisme kepegawaian.

Baca Juga: Terpopuler: Pramono-Gibran Tinjau Proyek MRT, DPR Saran Cerdas Cermat MPR Tanding Ulang

Terkait tuntutan publik agar pihak juri menyampaikan permohonan maaf secara pribadi, Setjen MPR RI menegaskan bahwa permintaan maaf telah disampaikan secara kelembagaan oleh institusi.

Sebelumnya, babak final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat diikuti oleh tiga sekolah, yaitu SMA Negeri 1 Pontianak, SMA Negeri 1 Sambas, dan SMA Negeri 1 Sanggau. Kompetisi tersebut kemudian menjadi sorotan publik setelah terjadi kekeliruan dalam penilaian pada sesi pertanyaan rebutan, yang memicu keberatan dari peserta dan perhatian luas di media sosial.

(Sumber: Antara)

x|close