WHO Sebut Risiko Global Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Masih Rendah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Mei 2026, 09:05
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, berbicara saat konferensi pers di Jenewa, Swiss, Kamis 11 Desember 2025. ANTARA/Xinhua/Lian Yi/aa. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, berbicara saat konferensi pers di Jenewa, Swiss, Kamis 11 Desember 2025. ANTARA/Xinhua/Lian Yi/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Jenewa - World Health Organization atau WHO menyatakan belum terdapat tambahan kematian baru akibat wabah hantavirus yang berkaitan dengan kapal pesiar sejak Jumat, 01 Mei 2026.

Meski demikian, organisasi kesehatan dunia tersebut tetap melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan kasus yang terjadi.

Direktur Jenderal World Health Organization, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan hingga Selasa, 12 Mei 2026 total terdapat 11 kasus yang telah dilaporkan kepada WHO.

Dalam unggahan di akun media sosial X miliknya pada Rabu, 13 Mei 2026, Tedros menyebut delapan dari total kasus tersebut telah dipastikan melalui pemeriksaan laboratorium sebagai infeksi yang disebabkan oleh virus Andes.

Baca Juga: WHO Identifikasi 11 Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, Tiga Penumpang Meninggal

Hantavirus sendiri merupakan penyakit langka yang umumnya ditularkan melalui hewan pengerat yang terinfeksi ataupun kotorannya.

Namun, virus Andes yang menjadi penyebab wabah kali ini diketahui juga dapat menular antar manusia melalui kontak dekat dalam waktu lama, terutama di lingkungan tertutup.

Tedros menambahkan bahwa satu kasus lainnya hingga kini masih menjalani pengujian laboratorium lanjutan untuk memastikan hasil diagnosis.

“WHO terus menilai risiko terhadap populasi global sebagai rendah,” kata Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Baca Juga: Kemenkes Siagakan 51 Balai Karantina Kesehatan untuk Antisipasi Penyebaran Hantavirus

Selain itu, WHO juga menyatakan tetap menjalin komunikasi intensif dengan para ahli kesehatan dari seluruh negara yang terlibat dalam penanganan kasus tersebut.

Organisasi itu terus menerima laporan kesehatan mingguan mengenai kondisi penumpang maupun kru kapal melalui mekanisme resmi Peraturan Kesehatan Internasional.

Menurut Tedros, koordinasi internasional hingga kini masih terus dilakukan guna mendukung langkah-langkah perlindungan kesehatan masyarakat serta mencegah penyebaran wabah lebih luas.

(Sumber: Antara)

x|close