Wabah Muntaber di Kapal Pesiar, 1.700 Penumpang Tertahan di Prancis

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Mei 2026, 08:17
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Kapal pesiar Kapal pesiar (Instagram)

Ntvnews.id, Paris - Sebanyak 1.700 penumpang untuk sementara harus tetap berada di atas kapal pesiar Ambition yang berada di wilayah barat daya Prancis setelah puluhan orang diduga terjangkit penyakit lambung akut atau gastroenteritis.

Dilansir dari CNN, Sabtu, 16 Mei 2026, Kapal pesiar tersebut sebelumnya dijadwalkan melakukan pelayaran mengelilingi Prancis dan Spanyol usai menjemput penumpang dari Belfast dan Liverpool, Inggris, pada 8 dan 9 Mei lalu.

Otoritas kesehatan di wilayah Gironde melaporkan sekitar 50 penumpang mengalami gejala yang mengarah pada penyakit lambung akut, seperti muntah dan diare.

Seluruh penumpang yang menunjukkan gejala langsung mendapat perawatan medis dan diisolasi di kabin masing-masing guna mencegah penyebaran penyakit lebih luas.

Di tengah kondisi tersebut, seorang pria berusia 92 tahun dilaporkan meninggal dunia di atas kapal pada 10 Mei. Operator kapal, Ambassador Cruise Line, menyatakan korban tidak mengalami gejala gangguan gastrointestinal sebelum wafat.

"Penyebab kematian masih menunggu hasil laporan lengkap koroner. Kami memberikan dukungan penuh kepada keluarga dan kerabat korban serta menyampaikan belasungkawa mendalam," demikian pernyataan perusahaan kepada CNN.

Baca Juga: Seluruh Penumpang Kapal MV Hondius Dievakuasi Usai Wabah Virus Hanta Tewaskan Tiga Orang

Pihak otoritas kesehatan regional juga memastikan tidak ada kaitan antara wabah di kapal Ambition dengan wabah hantavirus yang sebelumnya terjadi di kapal pesiar Hondius.

Sebagai langkah antisipasi, proses penurunan penumpang di Bordeaux sementara dihentikan sambil menunggu hasil pemeriksaan kesehatan lebih lanjut. Saat ini, sampel dari para penumpang tengah diperiksa oleh Departemen Penyakit Menular Rumah Sakit Universitas Bordeaux.

Ambassador Cruise Line mengungkapkan sejumlah penumpang dan awak kapal mengalami atau menunjukkan gejala penyakit gastrointestinal selama pelayaran 14 hari tersebut.

Perusahaan menegaskan bahwa mereka menangani situasi itu dengan serius dan segera memberlakukan protokol sanitasi tambahan di seluruh area kapal.

"Kami ingin meyakinkan para tamu bahwa setiap kasus penyakit di armada kami ditangani dengan sangat serius," kata pihak operator.

"Meningkatkan sanitasi dan protokol pencegahan langsung diterapkan sesuai prosedur kesehatan publik setelah laporan awal muncul."

x|close