Ntvnews.id, Jakarta - Viral di media sosial video penjemputan seorang kiai di Kecamatan Jambon, Ponorogo, yang diduga terlibat kasus pencabulan terhadap belasan santri laki-laki di bawah umur. Peristiwa itu memicu perhatian warga setelah rekaman penjemputan beredar luas.
Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria mengenakan peci putih, baju oranye, dan sarung berdiri di teras rumah. Di hadapannya tampak puluhan personel polisi dan sejumlah pria berpakaian hitam bersiaga.
Suasana penjemputan berlangsung haru. Seorang perempuan yang diduga istri kiai tersebut terlihat menangis sambil memeluk erat pria itu sebelum dibawa pergi. Narasi dalam video menyebut pria yang dijemput merupakan seorang kiai di Jambon yang diduga melakukan pencabulan terhadap belasan santri laki-laki.
"Detik-detik penjemputan kyai di Jambon dugaan pencabulan belasan santri laki laki," demikian narasi dalam video yang viral di media sosial.
Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Imam Mujali membenarkan adanya laporan terkait dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur di wilayah Ponorogo. Laporan tersebut diterima polisi melalui layanan 110 pada Selasa (19/5) sekitar pukul 03.00 WIB.
"Benar, kami mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur di Ponorogo," kata Imam.
Baca Juga: Daftar WNI yang Diculik Israel, Ada 3 Jurnalis
Usai menerima laporan, polisi langsung mendatangi lokasi yang dimaksud untuk melakukan pengecekan. Hingga kini, aparat masih melakukan pendalaman serta mengumpulkan keterangan terkait dugaan kasus tersebut.
"Kami lakukan pengecekan dan saat ini masih dilakukan pendalaman di wilayah Jambon. Nanti setelah pendalaman selesai akan kami sampaikan lebih lanjut," ujarnya.
Menurut Imam, laporan tersebut masih baru sehingga penyelidikan berada pada tahap awal. Polisi juga belum dapat memastikan jumlah korban dalam perkara itu.
"Masih kami dalami jumlah korbannya berapa, karena laporannya baru masuk tadi pagi. Tim masih melakukan penyelidikan," jelasnya.
Meski video penjemputan sudah viral, polisi menegaskan terduga pelaku belum diamankan. Saat ini penyidik masih melakukan konfirmasi dan koordinasi lebih lanjut.
"Terduga pelaku belum kami amankan. Masih kami lakukan konfirmasi dan koordinasi," pungkas Imam.
Baca Juga: Keji! Guru Ngaji di Klaten Tega Cabuli 2 Anak Kandung Sekaligus, Pelaku Diamankan Polisi
Sementara itu, pengacara korban, Muhammad Ihsan Nurul Huda, mengungkap kasus tersebut mulai terungkap setelah salah satu santri laki-laki yang pernah tinggal di pondok menyampaikan laporan.
Menurut Ihsan, terdapat 11 korban yang telah dibawa ke Polres Ponorogo untuk menjalani pemeriksaan. Dari jumlah tersebut, enam korban masih berstatus anak-anak dan lima lainnya telah dewasa. Seluruh korban disebut merupakan santri laki-laki.
"Terlapor merupakan seorang kiai atau pimpinan pondok tersebut. Dan korbannya merupakan santri yang tinggal di dalam pondok," kata Ihsan.
Saat ini terdapat 19 santri laki-laki dan 18 santri perempuan yang tinggal di pondok tersebut. Berdasarkan pengakuan korban, dugaan kekerasan seksual disebut hanya dialami santri laki-laki. Sementara santri perempuan disebut mengalami kekerasan fisik.
"Santri perempuan tidak pernah mendapat kekerasan seksual, tapi mendapat kekerasan fisik," tambah Ihsan.
Ihsan menyebut dugaan perbuatan tersebut telah berlangsung sejak 2017 berdasarkan pengakuan para korban kepada tim pendamping hukum.
"Modusnya para santri ini biasanya dipanggil satu-satu kemudian disuruh memijat Kiai. Para santri ini tertarik mondok, karena sekolahnya gratis," jelas Ihsan.
Ia juga mengatakan para keluarga korban tidak menerima dugaan perbuatan tersebut dan ingin menempuh jalur hukum, terlebih sejumlah korban masih di bawah umur.
"Korban ini berasal dari Ponorogo ada, dari Jawa Tengah juga ada. Pihak keluarga tidak terima atas kejadian ini dan ingin melanjutkan ke ranah hukum," tandas Ihsan.
Ilustrasi pencabulan. (Antara)