Istana Desak Israel Bebaskan WNI di Misi Global Sumud Flotilla

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Mei 2026, 07:35
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) TNI Dudung Abdurachman Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) TNI Dudung Abdurachman (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) TNI Dudung Abdurachman menyatakan pemerintah Indonesia terus menekan Israel agar segera membebaskan warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza di wilayah perairan Mediterania Timur.

Seperti diketahui, militer Israel melakukan pencegatan dan penahanan terhadap sejumlah WNI, termasuk jurnalis yang tergabung dalam misi tersebut.

"Pemerintah Indonesia mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina secara hukum humaniter internasional," kata Dudung di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.

Dudung menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterima pemerintah, saat ini terdapat lima WNI yang telah ditangkap dan ditahan oleh pihak Israel. Sementara itu, empat WNI lainnya masih berada di kapal berbeda yang berada di sekitar perairan Siprus atau kawasan Mediterania Timur.

Baca Juga: Soo Young Girls’ Generation Pertimbangkan Kembali ke Drama KBS Lewat Proyek Terbaru Penulis Yang Hee Seung

Ia menegaskan bahwa kondisi di lapangan masih sangat dinamis dan para WNI yang belum ditangkap tetap berada dalam situasi rentan.

"Situasi di lapangan masih sangat dinamis. Keempat warga negara Indonesia yang masih berlayar tersebut tetap berada dalam kondisi rawan," katanya.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri terus melakukan koordinasi dengan sejumlah perwakilan RI di luar negeri, termasuk KBRI Ankara, KBRI Kairo, KBRI Roma, KBRI Amman, serta KJRI Istanbul.

Pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif, termasuk penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) apabila dokumen perjalanan WNI disita, serta dukungan layanan medis jika diperlukan.

"Perwakilan RI juga melakukan pendekatan kepada otoritas setempat guna memastikan akses transit dan proses kepulangan warga negara Indonesia dapat berjalan tanpa hambatan keimigrasian," katanya.

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) TNI Dudung Abdurachman <b>(NTVnews)</b> Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) TNI Dudung Abdurachman (NTVnews)

Lebih lanjut, Dudung menyebut Indonesia bersama sembilan negara lainnya, yakni Turki, Bangladesh, Brasil, Kolombia, Yordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol telah mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam keras tindakan Israel terhadap misi kemanusiaan tersebut.

Ia menambahkan, perwakilan Indonesia saat ini terus bersiaga untuk merespons setiap perkembangan di lapangan.

"Kementerian Luar Negeri melalui perwakilan RI terkait akan terus memantau perkembangan situasi, melakukan verifikasi posisi dan kondisi para warga negara Indonesia serta menyiapkan langkah perlindungan sesuai kebutuhan di lapangan," katanya.

x|close