Ntvnews.id, Moskow - Koalisi aktivis pro-Palestina Global Sumud Flotilla mengonfirmasi seluruh kapal dalam konvoi pelayaran bantuan kemanusiaan menuju Jalur Gaza telah dicegat oleh pasukan Zionis Israel.
Melalui pernyataan di platform Telegram pada Selasa, GSF menyebut seluruh kapal yang terlibat dalam misi tersebut kini berada dalam penguasaan pasukan Israel.
"Semua kapal telah dicegat. Kami menunggu informasi terbaru terkait penculikan ilegal mereka," demikian pernyataan GSF.
Baca Juga: Kemlu Konfirmasi Seluruh WNI Peserta Flotilla Gaza Ditangkap Israel
Konvoi bantuan kemanusiaan tersebut diketahui berangkat dari Barcelona pada 15 April 2026 dengan tujuan menembus blokade Gaza dan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina.
Sebelumnya, pada malam 29 hingga 30 April, para aktivis melaporkan bahwa kapal mereka sempat diambil alih pasukan Israel di dekat Pulau Kreta. Dalam insiden tersebut, mesin kapal dan sistem navigasi disebut dirusak sebelum kapal-kapal itu ditinggalkan.
Baca Juga: Global Sumud Flotilla Sebut Israel Masih Serang Armada Bantuan Menuju Gaza
Situasi kembali memanas pada Senin, 18 Mei 2026 ketika armada bantuan kemanusiaan tersebut dikepung kapal perang Zionis Israel di perairan internasional sekitar 250 mil laut dari pesisir Gaza.
Koalisi aktivis sebelumnya menyatakan misi flotilla terbaru itu direncanakan melibatkan sekitar 100 kapal dengan lebih dari 2.000 peserta dari berbagai negara.
(Sumber: Antara)
Massa dari Solidaritas Seni Untuk Palestina mengikuti aksi solidaritas bagi WNI dan Jurnalis yang diculik Israel saat terlibat dalam misi Global Sumud Flotilla di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026). NTARA FOTO/Raisan Al Farisi/agr (Antara)