Ntvnews.id, Sumedang - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menjalin lebih dari 70 kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU) bersama berbagai sektor guna memperkuat ekonomi desa.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, di Sumedang, Jawa Barat, Kamis (20 Mei 2026), menyatakan bahwa pembangunan desa tidak dapat dilakukan secara sendiri dan membutuhkan kerja sama luas antar-pemangku kepentingan.
“Kita telah melakukan lebih dari 70 MoU dan kerja sama dengan berbagai kementerian, lembaga, BUMN (Badan Usaha Milik Desa), hingga pihak luar negeri. Karena pembangunan desa tidak bisa dilakukan sendiri,” ujarnya.
Baca Juga: Kemendes PDT Sebut Program TEKAD Mampu Tingkatkan Ekonomi Warga Desa
Dia menegaskan bahwa pendekatan pembangunan desa tersebut mengacu pada konsep kolaborasi "super team" yang sesuai dengan arahan Presiden dalam membangun ekonomi negara.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor tersebut diperlukan untuk mempercepat transformasi desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.
"Indonesia memiliki 75.266 desa. Jadi kalau Menteri Desa harus turun ke semua desa setiap hari, tidak mudah selesai. Karena itu perlu kolaborasi. Presiden kita mengatakan, kita ini harus jadi super team," jelasnya.
Kemendes PDT juga menilai desa memiliki peran strategis karena sebagian besar kebutuhan pangan nasional berasal dari wilayah pedesaan, mulai dari beras, jagung, sayur, buah, hingga protein hewani.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Desa juga menyinggung perkembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang menjadi salah satu program prioritas dalam kerja sama lintas sektor tersebut.
Ia menyebut ribuan BUMDes telah berkembang dengan capaian pendapatan yang bervariasi, mulai dari di bawah Rp1 miliar hingga mencapai Rp28 miliar per tahun.
Baca Juga: Kemendes PDT Siapkan Program Pengembangan Potensi Desa di Kabupaten Kupang
Selain itu, sejumlah BUMDes juga telah berhasil menembus pasar ekspor ke berbagai negara seperti Kanada, Prancis, Inggris, hingga Afrika Selatan melalui produk unggulan desa.
“BUMDes telah mengekspor kentang, produk sapi, hingga ikan ke Kanada, Prancis, Inggris, dan Afrika Selatan. Ada desa dengan pendapatan Rp17,6 miliar, ada juga yang Rp28 miliar per tahun,” ujarnya.
KemenDes PDT menegaskan bahwa seluruh kerja sama dan penguatan program, termasuk pengembangan BUMDes, diarahkan untuk mencapai pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan di desa.
(Sumber: Antara)
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, saat diwawancarai oleh media di Kampus Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, pada Kamis 21 Mei 2026. ANTARA/Ilham Nugraha. (Antara)