A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Trump Sebut Negosiasi AS–Iran Masuki Tahap Akhir - Ntvnews.id

Trump Sebut Negosiasi AS–Iran Masuki Tahap Akhir

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Mei 2026, 22:32
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Foto yang diambil pada 7 Mei 2026 ini memperlihatkan Gedung Putih di belakang lampu lalu lintas di Washington, D.C., Amerika Serikat. (ANTARA/Xinhua/Li Rui.) Foto yang diambil pada 7 Mei 2026 ini memperlihatkan Gedung Putih di belakang lampu lalu lintas di Washington, D.C., Amerika Serikat. (ANTARA/Xinhua/Li Rui.) (Antara)

Ntvnews.id, Washington - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu, 20 Mei 2026 waktu AS, mengatakan pemerintahannya sedang "memasuki tahap akhir" perundingan damai dengan Iran dan bersedia menunggu beberapa hari lagi untuk mendapatkan "jawaban yang tepat".

"Kita sedang berada di tahap akhir perundingan dengan Iran. Kita lihat saja apa yang akan terjadi," kata Trump.

Dia juga mengaku tidak tahu apakah perundingan itu akan mencapai kesepakatan atau mereka mengambil "beberapa tindakan yang kurang menyenangkan".

"Tetapi semoga hal itu tidak perlu terjadi," kata Trump.

Presiden AS itu mengeklaim dirinya "tidak tergesa-gesa" untuk menuntaskan perjanjian perdamaian dengan Iran, yang mengisyaratkan bahwa dia tidak akan mempertimbangkan untuk membuat "kesepakatan terbatas" yang hanya berfokus pada pembukaan kembali Selat Hormuz.

Baca Juga: Cek Fakta: Kabar Indonesia Blokade Selat Malaka

"Kami akan memberikan kesempatan pada kesepakatan ini," kata Trump tentang potensi kesepakatan, menolak gagasan kompromi parsial.

"Saya tidak tergesa-gesa. Hanya karena pemilihan umum paruh waktu di depan mata, tidak berarti saya harus terburu-buru. Saya tidak tergesa-gesa," kata Trump.

Trump juga telah melakukan pembicaraan via telepon yang "sangat baik" dengan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan sebelumnya pada Rabu, 20 Mei 2026. Turkiye dipandang sebagai salah satu mediator kunci dalam negosiasi AS-Iran.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran pada Rabu, 20 Mei 2026, memperingatkan jika agresi AS dan Israel terhadap Iran terulang, perang akan meluas hingga melampaui kawasan Asia Barat.

Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi memperingatkan melalui unggahan di X bahwa memulai kembali perang dengan Iran hanya akan menghadirkan lebih banyak kejutan bagi AS, sambil mengutip laporan terbaru dari Kongres AS yang mengakui kehilangan puluhan pesawat AS.

Pada 28 Februari 2026, AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan beberapa kota Iran lainnya, yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, serta sejumlah komandan militer senior dan warga sipil.

Iran kemudian membalas dengan melancarkan rentetan serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan militer serta aset milik Israel dan AS di Timur Tengah.

Baca Juga: Donald Trump Belum Yakin AS dan Iran Capai Kesepakatan

Gencatan senjata antara pihak-pihak yang bertikai akhirnya tercapai pada 8 April 2026, diikuti satu putaran perundingan perdamaian di Islamabad, ibu kota Pakistan, pada 11 hingga 12 April 2026, yang gagal menghasilkan kesepakatan.

Dalam beberapa hari terakhir, pejabat AS dan Israel meningkatkan ancaman akan mengulangi serangan militer terhadap Iran.

Pada Selasa, 19 Mei 2026, Trump mengeklaim para pemimpin Iran "memohon" agar tercapai kesepakatan.

Trump memperingatkan serangan AS bisa saja kembali terjadi dalam beberapa hari mendatang jika tidak ada kesepakatan tercapai.

(Sumber: Antara)

x|close