Africa CDC Peringatkan 10 Negara Afrika Berisiko Terdampak Wabah Ebola

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Mei 2026, 08:04
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Petugas Palang Merah bersiap menangani jenazah seorang korban yang meninggal akibat Ebola di Centre Medical Evangelique (CME), komune Hoho, Bunia, Provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo, Kamis (21/5/2026). WHO menyatakan, hingga jumat, korban epidemi Ebola di Republik Demokratik Kongo telah mencapai 82 kasus terkonfirmasi, dengan tujuh kematian terkonfirmasi namun jumlah sesungguhnya diperkirakan jumlahnya jauh lebih besar dengan hampir 750 kasus suspek dan 177 kematian suspek. ANTARA FOTO/Reuters/Gradel Muyisa Mumbere/bar Petugas Palang Merah bersiap menangani jenazah seorang korban yang meninggal akibat Ebola di Centre Medical Evangelique (CME), komune Hoho, Bunia, Provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo, Kamis (21/5/2026). WHO menyatakan, hingga jumat, korban epidemi Ebola di Republik Demokratik Kongo telah mencapai 82 kasus terkonfirmasi, dengan tujuh kematian terkonfirmasi namun jumlah sesungguhnya diperkirakan jumlahnya jauh lebih besar dengan hampir 750 kasus suspek dan 177 kematian suspek. ANTARA FOTO/Reuters/Gradel Muyisa Mumbere/bar (Antara)

Ntvnews.id, Kigali, Rwanda - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC) memperingatkan sedikitnya 10 negara di Afrika berisiko terdampak wabah Ebola menyusul meningkatnya jumlah kasus di Republik Demokratik (DR) Kongo. Di saat yang sama, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menaikkan tingkat kewaspadaan wabah menjadi “sangat tinggi”.

Kepala Africa CDC Jean Kaseya mengatakan negara-negara yang masuk kategori berisiko meliputi Rwanda, Kenya, Tanzania, Angola, Burundi, Republik Afrika Tengah, Republik Kongo, Ethiopia, Sudan Selatan, dan Zambia.

Sebagian besar negara tersebut berbatasan langsung dengan DR Kongo atau Uganda yang hingga kini telah melaporkan kasus Ebola.

Africa CDC bersama WHO juga mengajukan kebutuhan pendanaan lebih dari 314 juta dolar Amerika Serikat guna mendukung penanganan wabah Ebola di kawasan Afrika.

Baca Juga: WHO Sebut Risiko Epidemi Ebola Tinggi di Afrika, Belum Masuk Darurat Pandemi

Sebagian besar dana tersebut akan dialokasikan untuk DR Kongo dan Uganda dalam mendukung pengobatan pasien, pengawasan penyebaran virus, serta upaya pencegahan wabah. Sementara itu, sekitar 54 juta dolar AS akan dibagikan kepada 10 negara berisiko tinggi lainnya.

Langkah penanganan yang direncanakan meliputi pembentukan sistem manajemen insiden nasional, penguatan koordinasi lintas batas negara, percepatan riset vaksin strain Bundibugyo, pengiriman tenaga tambahan, hingga penempatan stok darurat.

DR Kongo sendiri mengalami lonjakan kasus sejak wabah Ebola diumumkan pada 15 Mei di Provinsi Ituri. Penyebaran penyakit kemudian meluas ke Provinsi Kivu Utara dan Kivu Selatan.

WHO melaporkan terdapat sekitar 750 kasus suspek Ebola dengan 177 kematian suspek akibat penyakit tersebut. Dari jumlah itu, sedikitnya 82 kasus dan tujuh kematian telah terkonfirmasi di DR Kongo.

Baca Juga: Infografik: Tingkatkan Kewaspadaan Tangkal Ancaman Ebola

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Uganda melaporkan tiga kasus baru Ebola pada Sabtu, sehingga total kasus terkonfirmasi dalam wabah saat ini mencapai lima orang.

Sebagai langkah pencegahan, pemerintah DR Kongo menghentikan sejumlah aktivitas sosial di wilayah Ituri yang menjadi pusat penyebaran wabah, termasuk kegiatan olahraga.

Gubernur militer setempat, Jenderal Johnny Luboya, juga melarang kegiatan yang melibatkan kerumunan lebih dari 50 orang di zona kesehatan Bunia, Rwampara, Mungwalu, dan Nyakunde yang terdampak lonjakan kasus Ebola.

Meningkatnya status kewaspadaan WHO menjadi “sangat tinggi” juga mendorong sejumlah negara tetangga memperketat langkah antisipasi, termasuk pembatasan perjalanan dari DR Kongo.

(Sumber: Antara)

x|close