Iran Sebut Israel Mau Gagalkan Negosiasi Perdamaian dengan AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Mei 2026, 08:26
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Amerika Serikat (AS) dan Iran. /ANTARA/Anadolu/pri. Ilustrasi - Amerika Serikat (AS) dan Iran. /ANTARA/Anadolu/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Iran menuding Israel tengah berusaha menggagalkan proses negosiasi antara Teheran dan Amerika Serikat yang bertujuan mengakhiri perang.

Dilansir dari Al Jazeera, Selasa, 26 Mei 2026, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ismaeil Baghaei menyatakan Israel kemungkinan besar berupaya menghambat jalannya perundingan agar konflik tetap berlanjut.

Baghaei mendasarkan tudingan tersebut pada perkembangan negosiasi antara Iran dan AS yang saat ini kembali berjalan setelah sebelumnya sempat mengalami kebuntuan.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu disebut semakin intens melakukan komunikasi dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Netanyahu juga beberapa kali menegaskan bahwa operasi militer terhadap Iran belum benar-benar berakhir meski gencatan senjata tengah berlangsung.

"Entitas Zionis melakukan segala upaya untuk merusak kesepakatan ini dan kami memperkirakan akan ada sejumlah tindakan dari Israel," ujar Baghaei.

Baca Juga: Netanyahu Bocorkan Klaim Kesepakatan AS-Iran

"Tidak ada yang bisa dikesampingkan. Namun negara-negara yang terus menyerukan perang dan permusuhan, termasuk entitas Zionis, sangat aktif membentuk opini di media dan hal itu mungkin memengaruhi para pejabat AS," lanjutnya.

Meski sejumlah kemajuan telah dicapai dalam perundingan, Iran menegaskan bahwa kesepakatan final dengan Washington masih belum dekat.

"Benar bahwa kami telah mencapai kesimpulan atas sebagian besar isu yang sedang dibahas," ujar Baghaei dalam konferensi pers mingguan pada Senin.

"Namun mengatakan bahwa itu berarti penandatanganan kesepakatan sudah di depan mata, tidak ada seorang pun yang bisa membuat klaim seperti itu."

Ilustrasi - Kapal tanker melintas di selat Hormuz. ANTARA/Anadolu/aa. <b>(Antara)</b> Ilustrasi - Kapal tanker melintas di selat Hormuz. ANTARA/Anadolu/aa. (Antara)

Selain membahas negosiasi, Baghaei juga menegaskan Iran tetap akan mengelola lalu lintas maritim di Selat Hormuz dengan memberlakukan biaya layanan. Ia membantah tudingan bahwa Teheran sedang mengenakan “tarif” terhadap kapal-kapal yang melintas di kawasan tersebut.

"Layanan yang diberikan, mulai dari layanan navigasi hingga langkah-langkah perlindungan lingkungan di Selat Hormuz, Teluk Persia, dan Laut Oman, membutuhkan pengumpulan biaya tertentu," ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap stabilitas kawasan Teluk dan perkembangan negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat yang masih berlangsung alot.

x|close