Uganda Tutup Perbatasan dengan Kongo Akibat Wabah Ebola

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Mei 2026, 16:44
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Petugas Palang Merah berjalan berbaris saat melakukan disinfeksi di Rumah Sakit Umum Rwampara sebelum menangani jenazah seorang korban yang meninggal akibat Ebola di Centre Medical Evangelique (CME), komune Hoho, Bunia, Provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo, Kamis (21/5/2026). WHO menyatakan, hingga jumat, korban epidemi Ebola di Republik Demokratik Kongo telah mencapai 82 kasus terkonfirmasi, dengan tujuh kematian terkonfirmasi namun jumlah sesungguhnya diperkirakan jumlahnya jauh lebih besar dengan hampir 750 kasus suspek dan 177 kematian suspek. ANTARA FOTO/Reuters/Gradel Muyisa Mumbere/bar Petugas Palang Merah berjalan berbaris saat melakukan disinfeksi di Rumah Sakit Umum Rwampara sebelum menangani jenazah seorang korban yang meninggal akibat Ebola di Centre Medical Evangelique (CME), komune Hoho, Bunia, Provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo, Kamis (21/5/2026). WHO menyatakan, hingga jumat, korban epidemi Ebola di Republik Demokratik Kongo telah mencapai 82 kasus terkonfirmasi, dengan tujuh kematian terkonfirmasi namun jumlah sesungguhnya diperkirakan jumlahnya jauh lebih besar dengan hampir 750 kasus suspek dan 177 kematian suspek. ANTARA FOTO/Reuters/Gradel Muyisa Mumbere/bar (Antara)

Ntvnews.id, Moskow - Pemerintah Uganda memutuskan untuk menutup sementara perbatasan dengan Republik Demokratik Kongo (DRC) menyusul meningkatnya kekhawatiran terhadap penyebaran wabah Ebola di kawasan tersebut.

Kementerian Kesehatan Uganda menyampaikan bahwa kebijakan penutupan perbatasan diberlakukan segera sebagai langkah pencegahan untuk mengendalikan situasi epidemiologis akibat wabah mematikan tersebut.

"Uganda untuk sementara menutup perbatasan dengan DRC, segera. Satu-satunya pengecualian adalah untuk tim respons Ebola yang berwenang, operasi kemanusiaan, transportasi makanan dan kargo, dan keamanan di bawah protokol pemeriksaan dan pemantauan kesehatan yang ketat," kata kementerian dalam pernyataan pada Rabu, 27 Mei 2026.

Baca Juga: Kanada Berlakukan Kebijakan Perbatasan Sementara Antisipasi Penyebaran Ebola

Pemerintah Uganda juga menetapkan aturan karantina bagi warga yang kembali dari wilayah DRC. Seluruh pelintas yang masuk dari Kongo diwajibkan menjalani isolasi mandiri selama 21 hari dengan pengawasan ketat dari petugas kesehatan.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan wabah Ebola di Uganda dan Republik Demokratik Kongo sebagai kondisi darurat kesehatan yang berpotensi mengancam negara lain. Berdasarkan data terbaru, sedikitnya 221 orang dilaporkan meninggal dunia di DRC akibat dugaan infeksi Ebola.

Baca Juga: Meksiko Perketat Pengawasan Kesehatan Jelang Piala Dunia 2026 akibat Ancaman Ebola

Wabah Ebola sebelumnya di Republik Demokratik Kongo sempat dinyatakan berakhir pada Oktober 2025. Namun, munculnya kembali kasus baru membuat otoritas kesehatan di kawasan Afrika Tengah kembali meningkatkan kewaspadaan dan langkah pengendalian lintas negara.

(Sumber: Antara)

x|close