PBB Peringatkan Ancaman El Nino 2026, Negara-negara Diminta Perkuat Sistem Peringatan Dini

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Jun 2026, 08:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi El Nino. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu) Ilustrasi El Nino. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu) (Antara)

Ntvnews.id, New York - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan kepada seluruh negara untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi fenomena El Nino yang telah mulai terbentuk dan berpotensi memicu suhu lebih tinggi dari normal serta berbagai cuaca ekstrem di sejumlah kawasan dunia.

Melalui Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), PBB mengungkapkan bahwa kemungkinan berkembangnya El Nino mencapai 80 persen pada periode Juni hingga Agustus 2026. Peluang tersebut bahkan diperkirakan meningkat hingga 90 persen setelah periode tersebut.

“Pembaruan ini penting karena El Nino merupakan pendorong utama pola cuaca dan iklim global,” kata Sekretaris Jenderal WMO Celeste Saulo dalam keterangan yang dimuat di laman UN News, Rabu, 3 Juni 2026.

WMO menjelaskan bahwa dampak El Nino tidak hanya terbatas pada wilayah Samudra Pasifik. Fenomena ini berpotensi memengaruhi berbagai sektor penting, mulai dari pertanian, energi, perdagangan, sumber daya air, rantai pasok, hingga kehidupan masyarakat di berbagai belahan dunia.

Berdasarkan pemantauan terbaru, suhu permukaan laut di kawasan tropis Samudra Pasifik tercatat sekitar 6 derajat Celsius di atas rata-rata. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa El Nino kali ini dapat memperburuk risiko cuaca ekstrem yang sudah meningkat di banyak negara.

Lembaga tersebut juga mengingatkan bahwa El Nino periode 2023–2024 tercatat sebagai salah satu yang paling kuat dalam sejarah modern dan turut berkontribusi terhadap rekor suhu global yang terjadi pada 2024.

Meski demikian, WMO menegaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat bukti ilmiah yang menunjukkan perubahan iklim secara langsung meningkatkan frekuensi maupun kekuatan fenomena El Nino.

Baca Juga: Di Markas PBB New York, Menhut Raja Juli Ingatkan Ancaman El Nino dan Kemarau Panjang 2026

Namun, lembaga itu menilai pemanasan global dapat memperbesar dampak yang ditimbulkan. Laut dan atmosfer yang lebih hangat menyediakan energi serta kelembapan lebih besar, sehingga berpotensi memperkuat kejadian cuaca ekstrem seperti gelombang panas, hujan lebat, dan badai.

“Kami memahami El Nino dan dapat mempersiapkan diri jauh lebih baik berkat ilmu pengetahuan dan investasi banyak negara,” ujar Saulo.

Ia menambahkan bahwa meningkatnya kejadian cuaca ekstrem saat ini menuntut investasi yang lebih besar untuk meminimalkan risiko terhadap masyarakat maupun perekonomian.

Dalam beberapa bulan mendatang, WMO bersama badan meteorologi nasional di berbagai negara akan terus melakukan pemantauan perkembangan kondisi iklim. Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah dan organisasi kemanusiaan dalam mengambil langkah mitigasi yang tepat.

WMO menekankan bahwa prakiraan cuaca musiman dan sistem peringatan dini merupakan instrumen penting untuk menyelamatkan nyawa, mengurangi kerugian ekonomi, serta membatasi dampak sosial yang ditimbulkan oleh bencana terkait iklim.

Gedung PBB di New York, Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu Agency/pri. <b>(Antara)</b> Gedung PBB di New York, Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu Agency/pri. (Antara)

El Nino sendiri merupakan salah satu fase dari fenomena El Nino-Southern Oscillation (ENSO), bersama dengan La Nina yang menjadi fase kebalikannya. ENSO dikenal sebagai salah satu pola iklim alami paling berpengaruh di dunia.

Fenomena El Nino ditandai oleh peningkatan suhu permukaan laut di wilayah tengah dan timur Samudra Pasifik ekuator. Peristiwa ini umumnya muncul setiap dua hingga tujuh tahun sekali dan dapat berlangsung selama sembilan hingga dua belas bulan.

Dengan meningkatnya peluang terbentuknya El Nino pada tahun ini, PBB meminta negara-negara untuk memperkuat sistem pemantauan dan peringatan dini guna mengantisipasi dampak yang dapat memengaruhi jutaan orang di seluruh dunia.

x|close