Polisi Amankan Situasi di SD Islam Pembangunan Pamulang Usai Laporan Keributan Melalui Call Center 110

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Jun 2026, 13:54
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Tangkapan layar dari akun Instagram @perspektif.tng terkait peristiwa bentrok di kawasan Tangerang Selatan, Kamis (4/6/2026). ANTARA/Instagram/@perspektif.tng/Ilham Kausar Tangkapan layar dari akun Instagram @perspektif.tng terkait peristiwa bentrok di kawasan Tangerang Selatan, Kamis (4/6/2026). ANTARA/Instagram/@perspektif.tng/Ilham Kausar (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Aparat kepolisian bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat yang masuk melalui layanan Call Center 110 terkait dugaan keributan di kawasan SD Islam Pembangunan, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, pada Kamis, 4 Juni 2026. Respons cepat tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan lingkungan sekolah, terutama karena insiden terjadi bertepatan dengan waktu kepulangan siswa.

Kapolsek Pamulang AKP Galuh Febri Saputra bersama personel piket fungsi di bawah pengawasan Panit Binmas IPTU Mulyono langsung mendatangi lokasi sekitar pukul 11.45 WIB setelah menerima laporan adanya sekelompok orang yang datang secara beramai-ramai ke area sekolah dan menimbulkan keresahan di masyarakat.

Baca Juga: Prabowo Ajak Tony Robbins Tinjau MBG, Puji Kualitas Hidangan dari Dapur Polri

“Setiap informasi yang masuk melalui layanan 110, kami tindak lanjuti secara cepat dan profesional. Kehadiran anggota di lapangan merupakan upaya kami untuk memastikan situasi tetap aman serta memberikan rasa nyaman kepada masyarakat,” kata Galuh dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026.

Setelah tiba di lokasi, petugas segera berkoordinasi dengan pelapor dan pihak terkait serta melakukan pengamanan di sekitar area sekolah guna mencegah potensi gangguan keamanan yang lebih luas. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, situasi di SD Islam Pembangunan Pamulang telah kembali aman dan kondusif.

Meski demikian, proses komunikasi dan negosiasi antara pihak-pihak yang terlibat masih berlangsung. Kepolisian menyebut persoalan tersebut masih berada dalam proses hukum yang sedang ditangani di Pengadilan Negeri Depok. Karena itu, polisi memilih fokus pada pengamanan situasi dan tidak masuk ke substansi perkara.

Baca Juga: Infografik: Polri Bongkar 59 Kasus Kejahatan Haji, Kerugian Korban Capai Rp21,7 Miliar

“Kami tidak berhak menjawab, soalnya bukan ranah kami. Kami hanya mengamankan supaya tidak ada aksi keributan,” ucap Galuh.

Sebelumnya, sebuah video yang beredar luas di media sosial Instagram melalui akun @perspektif.tng memperlihatkan suasana kericuhan di wilayah Tangerang Selatan. Dalam unggahannya disebutkan bahwa sejumlah orang yang diduga berasal dari pihak UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mendatangi gedung aset milik Yayasan Madrasah Pembangunan di Pamulang.

Akun tersebut juga menuliskan bahwa rombongan tersebut berupaya masuk ke area gedung hingga terjadi aksi saling dorong dengan petugas penjaga di lokasi. “Puluhan orang tersebut memaksa masuk hingga terjadi aksi saling dorong pagar besi dengan penjaga,” tulis akun tersebut.

(Sumber: Antara)

x|close