Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengalokasikan anggaran subsidi yang besar untuk mendukung operasional layanan Transjabodetabek.
Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, setiap penumpang Transjabodetabek saat ini memperoleh subsidi rata-rata sebesar Rp12.258 per perjalanan.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengungkapkan bahwa total subsidi yang disiapkan untuk layanan Transjabodetabek pada tahun 2026 mencapai sekitar Rp401 miliar.
"Subsidi Transjabodetabek tahun 2026 Rp401.087.058.387. Subsidi rata-rata perpelanggan Rp12.258," ungkap Budi, Jumat, 5 Juni 2026.
Baca Juga: Pramono Siapkan Penyesuaian Tarif Transjabodetabek
Meski biaya operasional cukup tinggi, seluruh rute Transjabodetabek saat ini masih menerapkan tarif Rp3.500 per perjalanan, sama seperti layanan Transjakarta di dalam wilayah Jakarta.
Adapun saat ini terdapat 18 rute Transjabodetabek yang telah beroperasi dan melayani mobilitas harian warga dari berbagai daerah penyangga menuju Jakarta.
Peluncuran Bus Transjabodetabek rute Bogor-Blok M (Ntvnews.id/ Adiansyah)
Beberapa rute yang tersedia antara lain:
Universitas Indonesia – Lebak Bulus
Poris Plawad – Petamburan
Ciputat – CSW
Bogor – Blok M
Ciputat – Kampung Rambutan
PIK 2 – Blok M
BSD – Jelambar
Bekasi Timur – Cawang
Alam Sutera – Blok M
Depok – Cawang Sentral via Cibubur
Vida Bekasi – Cawang Sentral via Jatiasih
Summarecon Bekasi – Cawang
Baca Juga: Pramono: Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Segera Diputuskan
Sawangan – Lebak Bulus via Tol Desari
Poris Plawad – Juanda
Cikarang – Cawang
Kalideres – Perkantoran Soekarno-Hatta
Blok M – Bandara Soekarno-Hatta
Bekasi – Dukuh Atas.
Besarnya subsidi yang harus ditanggung pemerintah membuat Pemprov DKI mulai mempertimbangkan penyesuaian tarif pada sejumlah rute Transjabodetabek.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan keputusan terkait tarif akan segera dibahas dan ditetapkan dalam waktu dekat. Menurutnya, beberapa rute membutuhkan evaluasi karena nilai subsidi yang diberikan dinilai terlalu besar.
"Segera akan kami putuskan. Pada bulan-bulan ini kita akan memutuskan beberapa rute bukan hanya Blok M ke Soekarno-Hatta tetapi juga Transjabodetabek lainnya yang perlu penyesuaian karena memang subsidinya terlalu besar," ucapnya di kawasan Jakarta Timur, Jumat, 5 Juni 2026.
Transjabodetabek rute PIK 2-Blok M (Ntvnews.id/ Adiansyah)