Wamenlu Ungkap Alasan Penyerahan Kredensial Delapan Dubes Baru Dilakukan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Jun 2026, 18:13
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Wamenlu Anis Matta menjawab pertanyaan wartawan usai penyerahan kredensial delapan dubes negara sahabat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/6/2026) ANTARA/Fathur Rochman Wamenlu Anis Matta menjawab pertanyaan wartawan usai penyerahan kredensial delapan dubes negara sahabat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/6/2026) ANTARA/Fathur Rochman (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Menteri Luar Negeri, Anis Matta, menjelaskan bahwa penyerahan surat kepercayaan atau kredensial dari delapan duta besar negara sahabat kepada Presiden Prabowo Subianto baru dapat dilaksanakan pada Senin, 8 Juni 2026, karena padatnya agenda kenegaraan Presiden sejak awal masa pemerintahannya.

Usai menghadiri seremoni penyerahan kredensial di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Anis mengatakan Presiden bahkan menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada para duta besar atas tertundanya agenda diplomatik tersebut.

"Murni lebih banyak karena faktor jadwal yang sangat padat dari beliau (Presiden), tidak ada niat sama sekali untuk menunda-nunda pemberian kredensial ini sama sekali," kata Anis.

Menurut dia, keterlambatan tersebut juga dipengaruhi oleh fokus Presiden dalam menghadapi berbagai dinamika global yang berkembang dan upaya pemerintah untuk meminimalkan dampaknya terhadap Indonesia.

Baca Juga: Seskab Teddy: Diplomasi Prabowo Hasilkan Capaian Nyata bagi Indonesia

"Sejak dari pelantikan dan situasi fokus beliau kepada penanganan situasi global yang benar-benar membutuhkan konsentrasi penuh," tutur Wamenlu.

Dalam kesempatan itu, Anis menjelaskan bahwa para duta besar turut menyampaikan pesan khusus dari kepala negara maupun pemimpin pemerintahan masing-masing kepada Presiden Prabowo. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban.

Delapan duta besar yang menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden berasal dari Filipina, Sri Lanka, Korea Selatan, Saint Lucia, Republik Ceko, Yunani, Palestina, dan Lebanon.

Anis bahkan menyebut salah satu momen menarik dalam acara tersebut adalah ketika para duta besar berkesempatan menikmati kopi khas yang biasa disajikan di kediaman Presiden di Hambalang.

"Yang lebih penting tadi mereka semuanya mencoba kopi Hambalang tadi," katanya.

Baca Juga: Menlu RI: Kunjungan Internasional Prabowo untuk Perluas Diplomasi dan Bawa Manfaat bagi Indonesia

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa agenda penerimaan kredensial sebenarnya telah direncanakan sejak beberapa waktu lalu. Namun, pelaksanaannya kemudian disatukan dengan agenda pelantikan sejumlah pejabat negara yang berlangsung di Istana Kepresidenan.

Menurut Prasetyo, langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi penyelenggaraan agenda kenegaraan sekaligus memudahkan koordinasi berbagai kegiatan yang berlangsung pada hari yang sama.

"Untuk efisiensi, untuk keserentakan maka acara tersebut dilaksanakan pada hari ini," kata Prasetyo seusai mengikuti rapat koordinasi tata kelola ekspor di kompleks parlemen, Jakarta.

Penyerahan surat kepercayaan merupakan salah satu tahapan penting dalam hubungan diplomatik antarnegara. Melalui proses tersebut, para duta besar secara resmi mendapatkan pengakuan dari negara penerima untuk menjalankan tugas dan mewakili kepentingan negaranya di Indonesia.

(Sumber: Antara)

x|close