Ntvnews.id, Bogor - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan belasungkawa atas bencana gempa yang mengguncang Palu dan menyebabkan korban jiwa. Pemerintah, kata dia, telah bergerak cepat berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan penanganan terhadap korban dan masyarakat terdampak berjalan maksimal.
Dalam keterangannya di Hambalang, Bogor, Rabu, 17 Juni 2026, Prasetyo mengatakan pemerintah menaruh perhatian serius terhadap kondisi pascagempa, termasuk langkah-langkah mitigasi untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.
"Kami mohon izin menyampaikan rasa duka cita terhadap kejadian gempa di Palu kemarin, yang ada satu korban meninggal dunia dan beberapa yang sedang dirawat," kata Prasetyo.
Ia menjelaskan, sejak pagi pemerintah telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait, termasuk Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan seluruh proses penanganan berjalan dengan baik dan kebutuhan masyarakat dapat segera dipenuhi.
Baca Juga: Qodari Sebut Program Gentengisasi Dorong Pertumbuhan UMKM Pengrajin Lokal
Menurut Prasetyo, pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan korban, tetapi juga terus mengedukasi masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan. Informasi yang akurat dan cepat dinilai menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi bencana.
"Pagi tadi kami juga sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak dan juga dengan Gubernur Sulawesi Tengah untuk memastikan seluruh penanganan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan termasuk terus memberikan informasi kepada masyarakat untuk tidak boleh lengah, tetap waspada apabila mengantisipasi kejadian gempa-gempa susulan," ujarnya.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (NTVnews)
Sebagai informasi, gempa bumi terjadi di Sulawesi Tengah dengan kekuatan 6,7 magnitudo. Gempa tersebut terjadi pukul 10.27 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya rentetan gempa susulan (aftershocks) yang berpusat di sekitar Kabupaten Sigi dan Kota Palu, yang getarannya merambat kuat hingga ke wilayah tetangga di Sulawesi Barat.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Pusat Gempa Regional (PGR) 4 Sulawesi BMKG, gempa utama berpusat pada koordinat 1,04 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur.
Hingga pasca-gempa utama tersebut, BMKG melaporkan telah terjadi sedikitnya sembilan kali gempa susulan dengan magnitudo yang bervariasi antara 3,5 hingga 4,6.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (NTVnews)