Bupati Buka Suara soal Dokter Icha Diduga Bunuh Diri Gegara Diintimidasi Oknum Anggota DPRD TTU

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Jun 2026, 09:42
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
ilustrasi jenazah ilustrasi jenazah (dok)

Ntvnews.id, Jakarta - Berita ini bukan untuk menginspirasi siapa pun guna melakukan aksi serupa. Untuk Anda yang mengalami depresi hingga ingin bunuh diri, segera konsultasi ke psikolog atau psikiater.

Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, angkat bicara mengenai meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau yang dikenal sebagai Dokter Icha. Dokter muda tersebut diduga mengakhiri hidupnya setelah mengalami depresi berat yang disebut dipicu oleh dugaan intimidasi dari oknum anggota DPRD TTU.

Menurut Yosep, peristiwa yang menimpa Dokter Icha bukan sekadar kasus kematian seorang tenaga medis, tetapi juga membuka fakta yang selama ini tidak banyak diketahui publik mengenai perilaku sebagian oknum anggota DPRD saat menjalankan kegiatan reses.

"Kejadian dr Icha ini membuka tabir yang selama ini tertutup rapat," ujar Yosep, Sabtu (27/6) malam.

Ia kemudian menyinggung adanya kebiasaan sejumlah oknum anggota DPRD yang disebut kerap membuat keributan karena berada di bawah pengaruh minuman beralkohol saat maupun setelah kegiatan reses.

"Oknum yang sering ketika melakukan reses sebelum dan sesudah reses itu melakukan kekacauan oleh karena pengaruh alkohol," imbuhnya.

Yosep menyampaikan keprihatinannya atas dugaan tindakan yang dialami Dokter Icha. Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) TTU akan memberikan dukungan terhadap langkah hukum maupun upaya lain yang ditempuh keluarga korban untuk memperoleh keadilan.

"Kami akan mendukung segala upaya yang diambil keluarga dalam rangka memperoleh keadilan," kata Yosep.

Baca Juga: Bocah 4 Tahun Tewas Usai Terperosok ke Lubang Proyek Tebet Jaksel Selama 4 Jam

Dokter Icha diketahui merupakan putri daerah asal TTU yang menempuh pendidikan kedokteran melalui program beasiswa Pemerintah Kabupaten TTU. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia bertugas di Puskesmas Bitefa sekaligus membantu pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona.

Kasus yang menimpa Dokter Icha mencuat setelah ia dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (26/6). Sebelum ditemukan meninggal, ia diduga mengalami tekanan psikologis berat akibat peristiwa yang terjadi saat menjalankan tugas di IGD RS Leona Kefamenanu, Kabupaten TTU, Nusa Tenggara Timur.

Saat itu, Dokter Icha sedang menangani seorang anak korban gigitan ular hijau. Di tengah proses penanganan pasien, dua pria yang mengaku sebagai anggota DPRD TTU datang ke ruang IGD dan disebut berbicara kepada Dokter Icha dengan nada keras. Belakangan diketahui kedua pria tersebut adalah anggota DPRD TTU, Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani. Anak yang sedang dirawat diketahui merupakan keponakan Therensius.

Pihak keluarga menyebut insiden tersebut meninggalkan trauma mendalam bagi Dokter Icha. Tekanan psikologis yang dialaminya disebut terus berlanjut setelah peristiwa di rumah sakit.

"Dokter Icha masih mengalami ketakutan dan tekanan psikologis akibat bentakan yang diterimanya saat bertugas," ungkap paman korban, Victor Manbait, Jumat (26/6).

Keluarga menyatakan dugaan intimidasi tersebut membuat Dokter Icha terguncang hingga menangis di rumah sakit. Tidak lama setelah kejadian itu, ia ditemukan dalam kondisi lemah di tempat tinggalnya dan kemudian dinyatakan meninggal dunia.

x|close