Ntvnews.id
Menurutnya, keberhasilan merampungkan proyek tersebut menjadi bukti bahwa persoalan lama dapat diselesaikan melalui keberanian mengambil keputusan dan pengelolaan risiko yang tepat.
Ia mengatakan proyek monorel yang mangkrak selama lebih dari 21 tahun itu sempat dianggap mustahil untuk dituntaskan. Namun, setelah melalui berbagai pembahasan dan koordinasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya berhasil menyelesaikan pembongkaran seluruh tiang monorel di kawasan Rasuna Said.
"Kalau sudah selesai, Bapak, Ibu, Saudara-saudara sekalian, semua orang ngaku-ngaku ikut berjasa untuk menyelesaikan itu," ucap Pramono saat memberikan arahan sekaligus membuka bimbingan teknis bagi pejabat pembuat komitmen (PPK) di Lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 29 Juni 2026.
Ia mengisahkan, pada tahap awal dirinya melakukan konsultasi dengan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) terkait langkah hukum yang harus ditempuh. Saat itu, banyak pihak masih meragukan proyek tersebut bisa diselesaikan karena berbagai persoalan administratif dan hukum yang membelit.
Baca Juga: Pramono: Tiang Monorel di Rasuna Sahid Selesai Dibongkar Juni 2026
Tiang Monorel (Humas DKI)
Meski demikian, Pramono bersama jajaran terkait memilih mengambil langkah tegas dengan mempertimbangkan seluruh risiko yang ada. Hasilnya, sebanyak 109 tiang monorel di sepanjang 3,8 kilometer Jalan HR Rasuna Said berhasil dibongkar dan kawasan tersebut kini tampil jauh lebih tertata.
"Ketika saya berkonsultasi awal-awal dengan beliau (Kajati), semua orang tidak pernah membayangkan bahwa project ini bisa terselesaikan. Tetapi karena saya dan kemudian juga Pak Kajati berani mengambil keputusan dan risikonya kita kelola," ungkapnya.
Pramono juga mengungkapkan bahwa proses pembongkaran sempat menghadapi tantangan, termasuk belum adanya pengalaman teknis dalam membongkar struktur monorel berukuran besar tersebut.
Karena itu, ia secara khusus meminta Dinas Bina Marga menyusun perencanaan yang matang, mulai dari jadwal pekerjaan hingga estimasi anggaran. Meski sempat diperkirakan membutuhkan biaya besar, proyek tersebut akhirnya dapat diselesaikan dengan anggaran sekitar Rp91 miliar.
"Selesai dengan baik, dan sekarang menjadi salah satu role model di Jakarta," ujar Pramono.
Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)