Ntvnews.id, Istanbul - Jumlah korban meninggal dunia akibat dua gempa bumi berkekuatan besar yang mengguncang Venezuela kembali bertambah. Hingga Minggu, korban tewas tercatat mencapai 1.450 orang, menurut Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez.
Dalam pidato yang disiarkan melalui televisi, Rodriguez menyampaikan bahwa lebih dari 3.150 orang mengalami luka-luka akibat bencana tersebut. Selain itu, sebanyak 12.721 warga terpaksa mengungsi atau terdampak langsung oleh gempa, sementara 774 bangunan dilaporkan roboh.
Rodriguez menjelaskan bahwa proses pencarian dan penyelamatan korban masih terus dilakukan. Lebih dari 25.000 personel gabungan yang terdiri atas tim penyelamat, aparat militer, kepolisian, petugas perlindungan sipil, Palang Merah, hingga berbagai organisasi kemanusiaan telah diterjunkan untuk mengevakuasi sebanyak mungkin korban yang masih dapat diselamatkan.
Baca Juga: PBB Perkirakan 6,76 Juta Penduduk Venezuela Terdampak Gempa Besar
Ia juga mengungkapkan bahwa operasi penanganan bencana mendapat dukungan internasional. Sebanyak 2.624 personel penyelamat dari berbagai negara ikut membantu proses evakuasi, dengan dukungan 137 anjing pelacak serta 49 kendaraan operasional.
Sebelumnya, pada Sabtu, 27 Juni 2026, Rodriguez melaporkan jumlah korban meninggal mencapai 1.430 orang, sedangkan korban luka tercatat sebanyak 3.238 orang.
Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), Venezuela diguncang dua gempa bumi bermagnitudo 7,2 dan 7,5 pada Rabu. Kedua gempa tersebut terjadi hanya dalam selang waktu 39 detik.
USGS mencatat, gempa bermagnitudo 7,5 berpusat sekitar 23 kilometer di tenggara Yumare, Negara Bagian Yaracuy. Sementara itu, gempa bermagnitudo 7,2 terjadi sekitar 23,9 kilometer di timur laut San Felipe, yang juga berada di Negara Bagian Yaracuy.
(Sumber: Antara)
Tim penyelamat menyisir puing-puing bangunan yang runtuh akibat gempa bumi dahsyat di Caracas, Venezuela, pada 24 Juni 2026. Venezuela menetapkan status darurat nasional setelah dua gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang wilayah pesisir utara Karibia negara tersebut, menyebabkan kerusakan luas, melumpuhkan transportasi, serta memicu peringatan tsunami di seluruh kawasan itu (Antara)