Ntvnews.id, Jakarta - Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa panen raya jagung yang dijalankan melalui kerja sama antara Polri dan para petani sejak 2025 hingga kuartal II 2026 telah menghasilkan produksi sebesar 5,7 juta ton.
Pernyataan tersebut disampaikan Listyo saat upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang berlangsung di Satlat Brimob, Cikeas, Bogor, Rabu, 1 Juli 2026.
“Puji syukur sejak tahun 2025 hingga kuartal II 2026 telah dilaksanakan panen raya dengan total produksi mencapai 5,7 juta ton,” katanya.
Menurut Kapolri, keterlibatan Polri dalam program tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya percepatan swasembada pangan yang menjadi salah satu agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Prabowo Terima Kasih ke Kapolri karena Benahi Organisasi Polri
“Polri berkomitmen untuk mendukung seluruh program dan kebijakan pemerintah demi terjaganya stabilitas nasional dan keberlanjutan pembangunan bangsa,” ucapnya.
Selain mendukung panen jagung, Polri juga menjalankan berbagai program lain untuk memperkuat ketahanan pangan. Program tersebut meliputi pemanfaatan lahan produktif, pengembangan pekarangan pangan bergizi, pengawasan distribusi bantuan pemerintah dan hasil panen, hingga kerja sama dengan bank-bank Himbara dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani.
Listyo menjelaskan bahwa Polri turut memfasilitasi 30 kelompok tani di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, dalam pengembangan komoditas bawang putih. Program itu dilakukan melalui penanaman di lahan seluas 948 hektar dengan hasil panen mencapai 18.960 ton.
“Kami juga memperluas wilayah tanam di Kabupaten Karanganyar, Temanggung, Lampung Barat, dan Tanggamus dengan luas lahan mencapai 127,5 hektar,” imbuhnya.
Baca Juga: Kapolri Hadap Prabowo di Istana, Laporkan Kondisi Keamanan Terkini
Lebih lanjut, Polri juga mengembangkan sejumlah inovasi di sektor pertanian. Inovasi tersebut mencakup penerapan teknologi pertanian modern, penggunaan benih unggul, pemanfaatan pupuk organik Presisi berbahan dasar eceng gondok, pengembangan mobile rotary dryer, pengolahan limbah tongkol jagung menjadi briket arang, pengembangan Pupuk Presisi berbasis batu bara, hingga pembangunan 29 gudang ketahanan pangan Polri.
“Kami percaya, dengan semangat kolaborasi dari seluruh lapisan masyarakat, Indonesia dapat mempertahankan kemandirian dan menjaga ketersediaan pangan nasional yang berkelanjutan,” ucapnya.
Pada Rabu, 1 Juli 2026, Polri menggelar upacara Hari Bhayangkara ke-80 dengan tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”.
(Sumber: Antara)
Tangkapan layar - Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo berbicara dalam upacara peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 di Satlat Brimob, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 1 Juli 2026. (Antara)