InJourney Pastikan Kebakaran TPA Jatiwaringin Tak Ganggu Operasional Penerbangan di Bandara Soetta

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Jul 2026, 17:45
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Pesawat saat melakukan proses lepas landas di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten Ilustrasi - Pesawat saat melakukan proses lepas landas di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten (Antara)

Ntvnews.id, Tangerang - PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) memastikan kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, tidak memengaruhi operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta.

Asst. Deputy Communication & Legal Bandara Soekarno-Hatta Yudistiawan mengatakan, hingga kini aktivitas penerbangan di bandara tersebut masih berlangsung normal.

"Hingga saat ini kondisi operasional di Bandara Soekarno-Hatta masih berjalan normal. Aktivitas take off maupun landing pesawat berlangsung seperti biasa," kata Yudistiawan di Tangerang, Rabu, 1  Juli 2026.

Ia menjelaskan, sejak kebakaran terjadi pada Selasa, 30 Juni 2026, layanan penerbangan maupun aktivitas penumpang di Bandara Soekarno-Hatta tetap berjalan aman dan lancar.

Lokasi kebakaran berada sekitar 12 kilometer dari ujung barat landasan pacu (runway) Bandara Soekarno-Hatta. Meski asap tebal masih terlihat menyelimuti kawasan TPA Jatiwaringin, kondisi tersebut dipastikan belum memengaruhi jalur penerbangan.

Baca Juga: Dirut InJourney Airports Buka Suara soal Keluhan Hotman Paris di Bandara Soetta

"Alhamdulillah, hingga saat ini belum terdampak," kata dia lagi.

Sementara itu, Kedeputian Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Rabu pagi masih melakukan pemantauan terhadap kebakaran yang belum padam dan berpotensi meluas.

Kepala BNPB Suharyanto telah menginstruksikan jajarannya untuk segera menuju lokasi guna melakukan asesmen lanjutan, berkoordinasi dengan pemerintah daerah, serta memperkuat langkah-langkah pemadaman.

Berdasarkan hasil asesmen sementara, proses pemadaman menghadapi hambatan karena material yang terbakar didominasi oleh sampah serta bahan yang mudah terbakar.

Selain itu, titik api berada di tumpukan sampah dengan ketinggian tertentu sehingga menyulitkan petugas untuk menjangkaunya. Kondisi tersebut diperburuk oleh embusan angin yang cukup kencang dan cuaca panas, sehingga api lebih cepat menyebar ke berbagai arah.

Baca Juga: InJourney Airports Tambah 53 Rute Baru untuk Perkuat Konektivitas Udara Nasional

Untuk mempercepat penanganan kebakaran, Suharyanto menginstruksikan pengerahan helikopter pengebom air guna mendukung proses pemadaman dari udara.

"Kita datangkan dua helikopter water bombing (pengebom air) dan jika diperlukan lakukan operasi modifikasi cuaca," katanya pula.

Di sisi lain, upaya pemadaman dari darat juga terus dilakukan dengan mengerahkan 10 unit mobil pemadam kebakaran yang berasal dari berbagai instansi.

Petugas memusatkan proses pemadaman pada area yang masih dapat dijangkau sebagai langkah untuk menahan laju penyebaran api.

(Sumber: Antara) 

 

x|close