Ntvnews.id, Jakarta - Seorang pria berinisial PI (49) ditangkap Tim Gabungan Polresta Kendari usai diduga melakukan penganiayaan berat terhadap istri sirinya, RT (42), di Jalan BTN Saprolait Indah II, Kelurahan Wawombalata, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari.
Pelaku nekat membacok korban hingga mengalami luka robek di telinga kiri karena mengaku sakit hati ditinggal korban tanpa pamit.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, Kompol Welliwanto Malau, mengatakan pelaku diamankan tim gabungan URC Buser77 Satreskrim bersama Unitkam Satintelkam Polresta Kendari pada Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 23.00 Wita di Jalan Adhyaksa, Kelurahan Puunaaha, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe.
“Tim gabungan URC Buser77 Satreskrim bersama Unitkam Satintelkam Polresta Kendari telah mengamankan tersangka di Jalan Adhyaksa, Kelurahan Puunaaha, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe,” ujar Welliwanto, Rabu (1/7).
View this post on Instagram
Ia menjelaskan, aksi penganiayaan terjadi pada Selasa (23/6) sekitar pukul 15.00 Wita. Saat itu, pelaku mendatangi korban dan langsung melakukan penganiayaan secara membabi buta.
Berdasarkan hasil interogasi, pelaku lebih dulu memukul paha kiri korban menggunakan kepalan tangan sebanyak satu kali. Setelah itu, pelaku mengayunkan sebilah parang yang sengaja dibungkus menggunakan kertas karton ke arah kepala korban.
Ayunan senjata tajam tersebut mengenai telinga kiri korban hingga mengakibatkan luka robek yang cukup parah. Korban juga mengalami rasa sakit pada bagian paha akibat pukulan pelaku.
“Korban mengalami rasa sakit pada paha serta luka robek hingga bercucuran darah di bagian telinga sebelah kiri akibat hantaman parang,” jelasnya.
Peristiwa tersebut disaksikan langsung oleh anak korban berinisial ME (22). Polisi yang menerima laporan kemudian melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap pelaku sepekan setelah kejadian.
Dari hasil pemeriksaan, PI mengaku nekat menganiaya korban karena merasa kesal dan sakit hati setelah korban pergi meninggalkan rumah tanpa sepengetahuannya. Selain itu, pelaku juga mengaku emosi lantaran korban bersama keluarganya memutus komunikasi dengannya.
Informasi diunggah akun kendari info.
Baca Juga: VIDEO: Putus Asa Belum Dapat Penumpang, Tukang Ojek Pangkalan Aniaya Ojol
Ilustrasi garis polisi dalam peristiwa penembakan gereja di Michigan, Amerika Serikat (AS). (ANTARA)