Menko Polkam Kecam Keras Penembakan Pilot AS di Papua, Aparat Diminta Tindak Tegas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Jul 2026, 20:00
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang  Politik dan Keamanan Djamari Chaniago memberikan keterangan kepada media tentang pengagalan distribusi pasir timah ilegal di Koarmada RI, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026. TNI AL berhasil mengagalkan distribusi pasir timah ilegal di kawasan PIK 2 sebanyak 16 ton dengan nilai lelang Rp800 juta. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago memberikan keterangan kepada media tentang pengagalan distribusi pasir timah ilegal di Koarmada RI, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026. TNI AL berhasil mengagalkan distribusi pasir timah ilegal di kawasan PIK 2 sebanyak 16 ton dengan nilai lelang Rp800 juta. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago mengecam keras aksi penyerangan yang menewaskan pilot asal Amerika Serikat, Nicholas F. Goseli, di Papua Pegunungan. Peristiwa itu disebut melibatkan kelompok kriminal bersenjata (KKB) pada Kamis, 2 Juli 2026.

"Saya mengutuk keras pembakaran pesawat dan tindakan keji terhadap pilot pesawat AMA yang diduga kuat dilakukan KKB," kata Djamari dalam siaran pers resmi Kemenko Polkam yang diterima di Jakarta, Jumat, 3 Juli 2026.

Djamari menegaskan para pelaku harus diproses secara hukum karena aksi tersebut telah merenggut nyawa dan mengganggu keamanan warga di Papua.

Ia juga meminta TNI dan Polri meningkatkan upaya pengejaran terhadap pelaku serta memperkuat pengamanan di bandara untuk menjaga keamanan penerbangan di wilayah tersebut.

Baca JugaMenko Polkam: Kontak Tembak di Yahukimo Demi Jaga Keamanan Warga

Sementara itu, Koops TNI Habema melakukan operasi pengejaran terhadap kelompok yang diduga terlibat dalam penembakan tersebut di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Dalam keterangan tertulis, pihak Koops TNI Habema menyampaikan proses evakuasi jenazah dilakukan dengan dukungan personel dan helikopter di medan yang sulit.

"Hari ini operasi evakuasi melibatkan 10 personel Koops TNI Habema dengan dukungan dua helikopter Caracal. Seluruh proses dilaksanakan dengan mengedepankan faktor keamanan dan ketelitian mengingat medan operasi berada di wilayah pegunungan yang memiliki tingkat kesulitan tinggi," kata Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letnan Kolonel Inf Wirya Arthadiguna.

Jenazah pilot kemudian dibawa ke Timika, Papua Tengah, untuk diserahkan kepada pihak berwenang.

Baca JugaMenko Polkam Apresiasi TNI-Polri atas Langkah Sigap Evakuasi Korban dan Pemulihan Keamanan Pasca-Penembakan Pesawat di Boven Digoel

Penyelidikan juga telah mengarah pada identifikasi kelompok yang diduga bertanggung jawab atas serangan tersebut.

"Pembunuhan terhadap pilot serta pembakaran pesawat PT AMA dilakukan oleh kelompok OPM XVI/Yahukimo yang dipimpin Elkius Kobak," ujarnya.

Aparat masih melakukan pengumpulan informasi dan memperketat pengamanan di sekitar lokasi kejadian untuk mencegah serangan lanjutan serta menjaga keselamatan warga.

"Patroli juga dilakukan dan pengejaran terhadap para pelaku. Kami akan terus bersinergi dengan seluruh unsur terkait agar keamanan masyarakat dan pelayanan penerbangan perintis di Papua tetap terjaga," jelasnya.

Peristiwa itu terjadi saat pesawat mendarat di Bandara Ipdeheik setelah berangkat dari Bandara Wamena. Tak lama setelah mendarat, pesawat diserang hingga terbakar dan pilot dinyatakan meninggal di lokasi kejadian.

(Sumber: Antara)
 
 
x|close