RUPS Tahun Buku 2025: Aset KAI Group Tembus Rp105,43 Triliun, Perkuat Layanan Transportasi Berbasis Rel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Jul 2026, 19:47
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin Kinerja konsolidasian KAI Group ditopang aset tetap yang naik 26,84%, ekuitas yang meningkat 11,23%, arus kas operasi Rp7,15 triliun, serta laba tahun berjalan Rp2,28 triliun Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin Kinerja konsolidasian KAI Group ditopang aset tetap yang naik 26,84%, ekuitas yang meningkat 11,23%, arus kas operasi Rp7,15 triliun, serta laba tahun berjalan Rp2,28 triliun (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan kinerja keuangan sepanjang Tahun Buku 2025. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025, KAI Group melaporkan total aset konsolidasian mencapai Rp105,43 triliun atau meningkat 8,58 persen dibandingkan Tahun Buku 2024 yang sebesar Rp97,10 triliun.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengatakan pertumbuhan aset tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan layanan transportasi berbasis rel. Ia menegaskan bahwa aset perusahaan harus dimanfaatkan secara optimal agar memberikan nilai tambah bagi pelanggan, dunia usaha, dan perekonomian nasional.

“Aset KAI adalah instrumen pelayanan. Ketika aset perusahaan semakin kuat dan dikelola dengan disiplin, KAI memiliki kapasitas yang lebih baik untuk menjaga keselamatan, meningkatkan keandalan operasi, merawat sarana, memperkuat fasilitas layanan, serta mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang,” ujar Bobby.

Sepanjang 2025, KAI Group melayani sebanyak 503.549.740 pelanggan serta mengangkut 69.791.691 ton barang. Capaian tersebut mencerminkan pemanfaatan aset perusahaan untuk mendukung berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari perjalanan harian, perjalanan antarkota, konektivitas wilayah perkotaan, hingga distribusi logistik di berbagai daerah.

Baca Juga: Kinerja KAI Group Tumbuh 8,15 Persen: Penggerak Mobilitas, Ekonomi, dan Konektivitas Nasional

Dari sisi aset tetap, KAI Group membukukan nilai sebesar Rp37,30 triliun pada 2025 atau naik 26,84 persen dibandingkan Rp29,41 triliun pada 2024. Nilai tersebut mencakup berbagai aset penunjang operasional, seperti sarana perkeretaapian, bangunan, fasilitas, mesin, peralatan, dan aset pendukung lainnya.

Menurut Bobby, peningkatan aset tetap menunjukkan komitmen perusahaan dalam memperkuat kapasitas jangka panjang. Ia menilai kualitas aset sangat berpengaruh terhadap keselamatan perjalanan, kenyamanan pelanggan, kesiapan operasional, serta kemampuan perusahaan memenuhi kebutuhan layanan masyarakat.

“Kereta api membutuhkan pengelolaan aset yang berkesinambungan. Lokomotif, kereta, gerbong, fasilitas stasiun, sistem operasi, serta aset pendukung layanan harus berada dalam kondisi andal. Karena itu, penguatan aset menjadi bagian dari cara KAI menjaga layanan agar tetap aman, tertib, dan dapat diandalkan,” kata Bobby.

Pada aspek struktur permodalan, ekuitas KAI Group meningkat 11,23 persen menjadi Rp39,29 triliun dari Rp35,32 triliun pada tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut dinilai memperkuat posisi keuangan perusahaan untuk mendukung operasional, pemeliharaan, pengembangan layanan, hingga investasi yang terencana.

Baca Juga: Bobby Rasyidin Ditunjuk Jadi Dirut PT Kereta Api Indonesia Gantikan Didiek Hartantyo

Sementara itu, laba tahun berjalan pada 2025 tercatat sebesar Rp2,28 triliun atau tumbuh 2,77 persen dibandingkan Rp2,22 triliun pada 2024. Laba usaha juga meningkat menjadi Rp8,39 triliun dari Rp7,60 triliun, atau naik 10,35 persen. Hasil tersebut menunjukkan efisiensi pengelolaan aset dan operasional tetap terjaga meski skala layanan terus meningkat.

Dari sisi pendapatan, KAI Group membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp35,76 triliun selama 2025. Beban pokok pendapatan turun menjadi Rp23,02 triliun dibandingkan Rp23,27 triliun pada tahun sebelumnya. Selain itu, beban usaha juga berhasil ditekan dari Rp5,23 triliun menjadi Rp4,35 triliun.

Bobby menjelaskan bahwa langkah efisiensi yang dilakukan perusahaan bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan. Pengelolaan biaya yang lebih efektif memungkinkan perusahaan menjaga ketepatan waktu perjalanan, meningkatkan kesiapan sarana, merawat fasilitas pelayanan, serta memastikan operasional berjalan secara konsisten di seluruh lintas layanan.

Kinerja kas perusahaan juga mengalami penguatan. Arus kas bersih dari aktivitas operasi mencapai Rp7,15 triliun atau meningkat 36,43 persen dibandingkan Rp5,24 triliun pada 2024. Sementara itu, penerimaan kas dari pelanggan naik 12,68 persen menjadi Rp28,59 triliun dari sebelumnya Rp25,37 triliun. Saldo kas dan setara kas pada akhir 2025 juga meningkat 37,22 persen menjadi Rp6,76 triliun.

Baca Juga: KPK Periksa Manajer PT Kereta Api Properti Manajemen Terkait Dugaan Korupsi Proyek Perlintasan

Bobby menilai arus kas operasional yang kuat merupakan indikator penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis perkeretaapian. Menurutnya, likuiditas yang memadai diperlukan untuk mendukung perawatan sarana, kesiapan operasional, peningkatan layanan, serta memenuhi kebutuhan pelanggan dan mitra logistik.

“Arus kas yang sehat membuat perusahaan memiliki ketahanan yang lebih baik. Ketahanan keuangan bagi KAI menjadi modal untuk memastikan pelanggan mendapat layanan yang aman, nyaman, tepat waktu, dan mudah diakses,” ujar Bobby.

KAI memandang capaian pada Tahun Buku 2025 sebagai pijakan untuk terus memperkuat tata kelola aset sekaligus meningkatkan kualitas layanan pada tahun-tahun mendatang. Dengan dukungan aset yang semakin besar, ekuitas yang lebih kuat, laba yang tetap terjaga, serta arus kas operasional yang solid, KAI Group optimistis dapat terus menjalankan perannya sebagai penyedia layanan transportasi publik dan logistik berbasis rel.

“Setiap penguatan aset harus kembali kepada layanan. KAI akan terus mengelola aset perusahaan secara produktif, hati-hati, dan bertanggung jawab agar manfaatnya dirasakan pelanggan, pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat luas,” tutup Bobby.

(Sumber: Antara)

x|close