Pesan Terakhir Pilot Boeing 737 Sebelum Hilang Kontak di Laut Arab

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Jul 2026, 05:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi pesawat jatuh Ilustrasi pesawat jatuh (Antara)

Ntvnews.id, Islamabad - Pilot pesawat kargo Boeing 737 yang dioperasikan K2 Airways Pakistan menyampaikan pesan terakhir melalui komunikasi radio sesaat sebelum pesawat hilang kontak di atas Laut Arab pada Selasa, 7 Juli 2026.

Ucapan tersebut menjadi komunikasi terakhir yang diterima petugas pengatur lalu lintas udara sebelum pesawat menghilang dari radar.

"Rolling or floating, 1732 (terguling atau melayang)," kata pilot itu, dikutip dari Arabian Business, Kamis, 9 Juli 2026.

Pesawat yang membawa lima awak tersebut sedang menjalani penerbangan dari Sharjah, Uni Emirat Arab, menuju Pakistan.

Otoritas penerbangan Pakistan mengungkapkan pesawat mulai mengalami gangguan pada sistem navigasi sekitar pukul 21.18 waktu setempat.

Setelah menerima laporan tersebut, petugas pengatur lalu lintas udara berupaya memberikan panduan kepada awak pesawat. Namun, komunikasi dengan pesawat terputus tidak lama kemudian.

Baca Juga: Pakistan Temukan Bangkai Pesawat Kargo yang Hilang di Laut Arab

Berdasarkan keterangan otoritas bandara Pakistan, posisi terakhir pesawat berada sekitar 155 mil laut atau sekitar 287 kilometer di sebelah barat Karachi saat kontak hilang.

Sementara itu, data dari situs pelacakan penerbangan Flightradar24 menunjukkan pesawat diduga jatuh di perairan barat daya Karachi setelah mengalami perubahan ketinggian yang tidak stabil.

Hingga kini, otoritas Pakistan masih melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di wilayah Laut Arab dengan melibatkan sejumlah instansi terkait serta bekerja sama dengan K2 Airways.

"Kami terus berdoa dengan sungguh-sungguh untuk keselamatan rekan-rekan kami," demikian pernyataan K2 Airways, dikutip Reuters.

Sampai saat ini, penyebab hilangnya kontak pesawat masih belum diketahui secara resmi. Pihak berwenang juga belum merilis informasi mengenai kemungkinan adanya korban jiwa.

x|close