Ntvnews.id, Kuala Lumpur - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim bersama Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul meresmikan jalur penghubung baru antara kedua negara yang diharapkan dapat memperkuat konektivitas kawasan ASEAN.
Kementerian Dalam Negeri Malaysia dalam keterangannya di Kuala Lumpur, Jumat, 10 Juli 2026, menyebut jalur tersebut menghubungkan Kompleks Imigrasi, Bea Cukai, Karantina, dan Keamanan (ICQS) Bukit Kayu Hitam di Kedah, Malaysia, dengan Kompleks Bea Cukai, Imigrasi, Karantina (CIQ) Sadao di Thailand.
Pemerintah Malaysia menilai peresmian jalur baru itu menjadi bentuk komitmen kedua negara dalam memperkuat hubungan diplomatik, memperluas kerja sama strategis lintas batas, serta meningkatkan konektivitas regional untuk mendukung kesejahteraan, keamanan, dan kemakmuran masyarakat.
Jalur tersebut dijadwalkan mulai dapat digunakan masyarakat umum pada pukul 06.00 waktu Malaysia, Sabtu, 11 Juli 2026.
Baca Juga: Menlu Sugiono Ajak ASEAN Perkuat Persatuan Hadapi Dinamika Geopolitik Global
Kementerian Dalam Negeri Malaysia menyatakan pembukaan akses baru itu merupakan langkah strategis yang mencerminkan hubungan erat Malaysia-Thailand. Infrastruktur tersebut juga mendukung agenda konektivitas ASEAN melalui peningkatan pergerakan masyarakat, aktivitas perdagangan, investasi, serta sektor pariwisata.
Malaysia dan Thailand berharap jalur baru ini mampu memperkuat kemitraan strategis kedua negara melalui kerja sama perbatasan yang semakin erat.
Selain itu, keberadaan jalur tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan Koridor Ekonomi Utara-Selatan ASEAN serta mempercepat arus perdagangan, logistik, dan rantai pasok di kawasan.
Baca Juga: Bahas Isu Global Bersama PM Singapura, Prabowo Tegaskan Sikap ASEAN Utamakan Diplomasi
Kedua negara juga menilai jalur baru ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah perbatasan, mempercepat layanan keluar-masuk antarnegara, serta meningkatkan keamanan perbatasan melalui dukungan infrastruktur modern dan sistem pengawasan terpadu.
Pembukaan jalur penghubung tersebut diharapkan menjadi langkah baru dalam mempererat kerja sama Malaysia-Thailand, memperkuat aktivitas ekonomi lintas batas, serta menciptakan pengelolaan pintu masuk negara yang lebih aman, efektif, dan berintegritas.
(Sumber: Antara)
Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul (kiri) bertemu Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di sela KTT ke-48 ASEAN di Filipina, Jumat, 8 Mei 2026. (Antara)