Ntvnews.id
Dalam pesan yang dibacakan pada upacara pemakaman Ali Khamenei, Mojtaba menyebut pembalasan atas kematian ayahnya sebagai tuntutan bangsa Iran yang tidak dapat diabaikan.
Melalui pesan resmi yang disiarkan televisi pemerintah Iran, IRIB, Mojtaba Khamenei menegaskan komitmennya untuk menuntut pertanggungjawaban atas kematian Ali Khamenei beserta para korban lain yang gugur dalam konflik bersenjata.
"Kami berjanji untuk membalas darah Anda yang tak berdosa serta seluruh para syuhada dalam dua perang ini dari para pembunuh yang kriminal dan tidak terhormat," katanya, dikutip Minggu, 12 Juli 2026.
Baca Juga: Indonesia Jadi Delegasi Pertama Beri Perhormatan di Makam Ali Khamenei
Sementara, Ali Khamenei dimakamkan pada Kamis di Makam Imam Reza, Kota Mashhad, wilayah timur laut Iran. Prosesi tersebut menjadi penutup rangkaian upacara penghormatan yang berlangsung selama sepekan.
Pemimpin tertinggi Iran itu dilaporkan tewas dalam serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel, yang dimulai pada 28 Februari. Serangan tersebut kemudian memicu aksi balasan dari Iran sehingga memperburuk eskalasi konflik di kawasan.
Di tengah situasi yang masih memanas, laporan The Wall Street Journal menyebut Israel telah membagikan informasi intelijen kepada Amerika Serikat yang menuduh Iran menyusun rencana baru untuk membunuh Presiden AS Donald Trump.
Menanggapi laporan tersebut, Trump melalui akun Truth Social pada Jumat, melontarkan peringatan keras kepada Teheran. Ia mengancam akan meluncurkan ribuan rudal ke Iran apabila ada upaya pembunuhan terhadap dirinya.
Baca Juga: Menlu Sugiono Tiba di Iran, Pimpin Delegasi Indonesia Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei
Sebelumnya, pada Juni lalu, Iran dan Amerika Serikat sempat menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri perang yang pecah sejak akhir Februari.
Kesepakatan itu mencakup penghentian pertempuran di seluruh wilayah konflik, pencabutan blokade laut Amerika Serikat terhadap Iran, serta pembukaan kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.
Namun, harapan menuju perdamaian belum sepenuhnya terwujud. Dalam beberapa hari terakhir, kedua negara kembali terlibat aksi saling serang yang dipicu oleh persoalan keamanan jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz.
Amerika Serikat dilaporkan melancarkan serangan terhadap sejumlah target di wilayah Iran. Sebagai balasan, Teheran menyerang sejumlah aset milik AS yang berada di berbagai kawasan Timur Tengah.
(Sumber: Antara)
Warga Irak menghadiri upacara pemakaman mantan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei di Karbala, Irak, pada Kamis, 9 Juli 2026. (Antara)