Presiden Brasil Sebut Rencana Trump Kenakan Tarif Selat Hormuz Sebagai Pembajakan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Jul 2026, 16:11
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva (depan) berbicara pada Konferensi Tingkat Tinggi Kepala Negara Pasar Bersama Selatan (Mercosur) di Foz do Iguacu, Brasil, Sabtu, 20 Desember 2025. Arsip foto - Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva (depan) berbicara pada Konferensi Tingkat Tinggi Kepala Negara Pasar Bersama Selatan (Mercosur) di Foz do Iguacu, Brasil, Sabtu, 20 Desember 2025. (Antara)

Ntvnews.id, Rio De Janeiro - Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva mengecam usulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berencana mengambil alih peran pengamanan Selat Hormuz sekaligus mengenakan tarif transit sebesar 20 persen terhadap kapal yang melintas di jalur tersebut. Lula menyebut gagasan itu sebagai bentuk "pembajakan".

Pernyataan tersebut disampaikan Lula saat mengunjungi fasilitas laboratorium di Institut Teknologi Maua, Negara Bagian Sao Paulo, Senin, 13 Juli 2026. Komentar itu muncul sebagai respons atas pernyataan Trump melalui media sosial dan wawancara televisi yang menyebut Amerika Serikat akan menjadi penjaga Selat Hormuz serta memungut biaya tambahan sebesar 20 persen dari nilai kargo dengan alasan keamanan.

Baca JugaPresiden Brasil Lula Kritik Keras Trump, Soroti Ancaman terhadap Kedaulatan dan Desak Reformasi PBB

"Dulu, tindakan itu disebut sebagai pembajakan," tutur Lula, sembari menyatakan bahwa AS, sebagai negara yang telah lama memerangi aksi pembajakan, tidak sepatutnya berubah menjadi negara pembajak.

Lula menilai rencana pungutan terhadap kapal yang melintasi Selat Hormuz merupakan kebijakan yang tidak mencerminkan prinsip demokrasi maupun nilai kemanusiaan. Ia juga menegaskan bahwa tidak semestinya ada pihak yang memanfaatkan situasi konflik untuk memperoleh keuntungan dengan membebankan dampaknya kepada negara lain.

Baca JugaPresiden Brasil Lula Kecam PBB dan Sindir Trump Soal Genosida di Gaza

Presiden Brasil itu turut menyoroti dampak ekonomi global yang muncul akibat konflik yang dipicu Amerika Serikat. Menurutnya, negara-negara yang tidak terlibat pun harus menanggung konsekuensi berupa kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok.

"Harga dari peperangan ini telah merembet hingga ke kacang, beras, dan tomat kita," ujar Lula.

(Sumber: Antara)

x|close